Masuk ke Polres Kulonprogo Kini Harus Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Seorang anggota Polres Kulonprogo terlebih dahulu melakukan scanning QR code aplikasi peduli lindungi sebelum memasuki kawasan Mapolres Kulonprogo. - Ist/Humas Polres Kulonprogo
04 Oktober 2021 00:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Penerapan aplikasi PeduliLindungi telah merambah ke institusi Polri. Seperti halnya Polres Kulonprogo yang resmi menerapkan aplikasi PeduliLindungi bagi siapapun yang masuk ke area Markas Komando (Mako) Polres.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan Polres Kulonprogo secara resmi menerapkan PeduliLindungi lindungi pada Kamis (30/9/2021). Penerapan ini merupakan upaya skrining saat masyarakat akan mengakses layanan di polres Kulonprogo.

Dikatakan Jeffry, sebelum masuk polres Kulonprogo, setiap orang wajib memindai quick response (QR) code yang tersedia. Aplikasi PeduliLindungi dinilai dapat membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaporkan lokasi dan riwayat perjalanan selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di DIY Melesat Tajam

"Tujuan diterapkan aplikasi ini adalah untuk menekan penyebaran virus Covid-19 khususnya di lingkungan polres Kulonprogo. Jadi, aplikasi peduli lindungi ini akan terintegrasi dengan data hasil tes pemeriksaan Covid-19 dan vaksinasi nasional," ungkap Jeffry pada Minggu, (3/10/2021).

Jeffry menjelaskan, QR Code aplikasi PeduliLindungi ditempatkan di beberapa titik strategis di Polres Kulonprogo. Yakni, di pintu penjagaan atau pos sabhara dan pintu masuk tempat pelayanan publik seperti SPKT, SKCK dan Satpas.

Salah seorang masyarakat yang mengakses aplikasi PeduliLindungi di Polres Kulonprogo yakni Susanti, 26, warga kapanewon Kokap. Ia mengaku mendukung penerapan aplikasi PeduliLindungi di Polres Kulonprogo.

"Saya setuju ya, dengan penerapannya. Bisa buat melindungi diri sendiri atau orang lain. Saya tadi kesini karena mau urus perpanjangan SIM. Kebetulan saya sudah vaksin dua kali," ujar Susanti.