TBY Suguhkan Dagelan Mataram Rebon Virus Ora Urus

Para pemain sedang beraksi dalam Pentas Dagelan Mataram Rebon berjudul Virus Ora Urus di TBY, Rabu (13 - 10). (ist)
15 Oktober 2021 07:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali menyajikan Dagelan Mataram Rebon pada Rabu malam (13/10). Pertunjukan ini berlangsung secara daring melalui Youtube Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Joko Andono sebagai penulis naskah dan Rio Srundeng sebagai sutradara, mereka menyajikan cerita berjudul Virus Ora Urus.

Pertunjukan dibuka dengan penampilan tokoh Sugeng dan Kalur. Mereka merupakan penggali kubur yang sering menganggur. Setelah banyak orang vaksin dan taat protokol kesehatan, jumlah kematian di masa pandemi Covid-19 semakin turun. Berbeda dengan keadaan sebelumnya, mereka harus bekerja keras lantaran banyak orang yang meninggal.

Saat Sugeng dan Kalur sedang mengeluh tentang kurangnya uang, datang rekan mereka bernama Sulikam. Tidak jauh berbeda, Sulikam juga penggali kubur yang hidupnya susah. Namun dia datang dengan sebuah ide. Mendengar ide itu, Sugeng dan Kalur setuju dengan rencana Sulikam. Mereka merencanakan untuk bisa keluar dari kesulitan ekonomi.

Suatu saat, Bu Bardi sedang mengunjungi makam suaminya. Di makam, dia bertemu dengan Sulikam. Mereka saling berbincang ringan. Namun tiba-tiba Sulikam bertingkah aneh dan seperti dirasuki arwah. Setelah itu Sulikam mengaku sebagai arwah suami Bu Bardi. Dia memberi wangsit untuk menikahkan anaknya dengan Sugeng dan Kalur. Sementara itu, Bu Bardi juga perlu menikah lagi dengan Sulikam.

Bu Bardi merasa bingung. Namun demi menjalankan wangsit dari arwah suaminya, dia bersedia menikah dengan Sulikam. Dia juga hendak menikahkan kedua anaknya. Bu Bardi merupakan orang kaya. Ternyata ini merupakan rekayasa Sulikam agar mereka bertiga bisa kaya dengan cara instan. Menebarkan berita bohong dan menipu. Dalam perjalannnya, sedikit demi sedikit kebohongan itu akan terbongkar.

Para pemain yang bergabung dalam Pentas Dagelan Mataram Rebon Virus Ora Urus yaitu Wisben Antoro, Hargi Sundari, Sugeng Iwak Bandeng, Novi Kelur, There Shotil, Lala Syabila, dan lainnya.

Menurut Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni Budaya TBY, Budi Supardi, Dagelan Mataram merupakan bagian dari Pentas Rebon. Selain Dagelan Mataram, Pentas Rebon juga menyajikan teater dan ketoprak di setiap hari Rabu. Sejak pandemi dan banyak pentas vakum, Pentas Rebon kembali terselenggara sejak September 2021. Khusus untuk Dagelan Mataram, Virus Ora Urus merupakan edisi kedua. Edisi pertama berjudul Ikatan Cinta.

“Adanya penyelenggaraan ini setelah PPKM di DIY turun level. Selain itu, kami juga mendapat rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 DIY untuk menggelar acara ini, dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Budi, Kamis (14/10).

Selain disiplin dalam memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, penampil dan kru juga dibatasi 30-40 orang. Mayoritas penampil dan kru juga sudah vaksin dosis kedua. Pertunjukan dilakukan secara taping, sesuai rekomendasi Satgas.

“Harapan besarnya, dengan adanya pentas ini, bisa menjadi ruang apresiasi seni budaya, khususnya Pentas Rebon, khususnya lagi Dagelan Mataram,” kata Budi.

“Pentas ini juga sebagai upaya regenerasi pelaku seni. Tidak mungkin yang senior terus yang akan tampil, perlu ada regenerasi agar apresiasi seni budaya bias berkesinambungan.” (ADV)