Yakkum Gelar Talkshow Kebijakan dan Sistem Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia

Talkshow nasional bertema Menyoal Ketidaksetaraan Implementasi Kebijakan dan Sistem Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia yang digelar Yakkum secara daring, Kamis (28/10/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
28 Oktober 2021 21:12 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakkum) mengadakan talk show nasional dengan tema Menyoal Ketidaksetaraan Implementasi Kebijakan dan Sistem Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia, Kamis (28/10/2021).

Talkshow secara daring ini dipandu Project Manajer Program Peduli Pilar Disabilitas Pusat Rehabilitas Yakkum, Ranie Ayu Hapsari. Menurut Ranie, diskusi tersebut terkait dengan perwujudan kebijakan kesehatan jiwa yang setara dan memberikan kesempatan bagi para pemimpin, organisasi disabilitas psikososial untuk berbicara.

Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Maliki mengatakan isu kesehatan jiwa merupakan isu yang penting, apalagi di masa pandemi Covid-19 di mana banyak orang mengalami depresi.

"Sangat rasional karena mereka kehilangan pekerjaan dan terkungkung di dalam rumah menyebabkan kejenuhan dan menyebabkan stres. Gangguan mental harus menjadi fokus semua pihak," kata Maliki.

Lewat talk show ini, kata Maliki, masyarakat dapat melihat banyak permasalahan mengenai kesehatan jiwa di Indonesia, seperti ketidaksetaraan bagi disabilitas, kurangnya layanan publik yang aksesbilitas bagi penyandang disabilitas, dan penerimaan penyandang disabilitas di tengah masyarakat.

Direktur Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial, Eva Rahmi Kasim mengatakan pemerintah mempunyai peraturan tentang disabilitas jangka panjang. Untuk penanganan dan pemberdayaan penyandang disabilitas harus ada kolaborasi dan kerja sama lintas sektor.

"Kerja sama lintas sektor dan multi level ini harus dilakukan, baik dari tingkat nasional hingga desa. Ini diperlukan untuk memastikan pemenuhan hak-hak orang dengan disabilitas psikososial seperti adanya anggaran di tingkat desa yang mampu digunakan untuk mendukung pemenuhan hak tersebut," katanya.

Kepala Bagian Program Rehabilitasi Holistik Pusat Rehabilitasi Yakkum, Jaimun mengatakan sejak 2017, Pusat Rehabilitasi YAKKUM melakukan program kesehatan jiwa berbasis masyarakat untuk membantu orang dengan disabilitas psikososial terintegrasi di dalam masyarakat. Yakkum juga berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi maupun sosial di dalam masyarakat yang inklusif. "Sudah ada beberapa kelompok swabantu di desa yang nantinya dapat digunakan untuk membantu pemerintah desa lebih memahami masalah disabilitas psikososial," katanya.