Hotel Bintang Lima Segera Dibangun di Gunungkidul

Ilustrasi hotel - JIBI
28 Oktober 2021 12:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Sektor perhotelan dan resor di Gunungkidul semakin dilirik investor. Hotel bintang lima bahkan akan dibangun di kabupaten ini tahun depan.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan sudah ada delapan investor yang bergerak di perhotelan dan resor akan membangun di Gunungkidul. Yang dibangun tidak sembarangan karena klasifikasinya antara bintang tiga sampai lima.

“Saya sudah bertemu dengan investor dan menyatakan kesiapannya untuk membangun di Gunungkidul,” kata Sunaryanta, Kamis (28/10/2021).

BACA JUGA : Jogja Masih Butuh Hotel Bintang Empat & Lima

Ia mengungkapkan para investor sedang mengurus izin san diperkirakan pembangunan terlaksana mulai pertengahan 2022. “Sekarang masih proses mengurus izin,” katanya.

Sunaryanta belum mau membeberkan secara lebih jauh letak lahan yang akan didirikan hotel bintang lima. “Lokasinya nanti pas saat dibangun akan ketahuan,” kaanya.

Menurut dia, investasi menjadi salah satu program unggulan yang dimiliki, selain pengembangan ekonomi kerakyatan dan pariwisata. Pemkab akan terbuka terhadap investor guna mendukung upaya pembangunan di Bumi Handayani. “Tiga komponen inilah yang menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi yang terpukul akibat pandemi Corona,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi PAN, Sugeng Nurmanto mengatakan pemkab harus melakukan inovasi untuk pengembangan daerah yang lebih baik lagi. Ia mencontohkan sektor pariwisata memiliki potensi yang sangat bagus, namun hingga sekarang belum dioptimalkan dengan baik.

Hal ini terlihat dari berbagai aspek mulai dari lama kunjungan wisatawan. Ia menilai hingga sekarang pengujung hanya menghabiskan waktu hingga sore hari, sedangkan malamnya masih banyak yang menginap di Kota Jogja.

“Ini yang harus coba diubah agar wisatawan bisa menginap dan membelanjakan uangnya di Gunungkidul. Oleh karenanya, butuh fasilitas pendukung yang baik,” katanya.

BACA JUGA : Seperti Hotel Bintang 5, Inikah Penampakan Ruang

Masalah lama tinggal yang relatif singkat ini berdampak terhadap potensi pendapatan daerah. Sugeng mengakui meski pariwisata berkembang dengan pesat, pendapatan yang diperoleh masih bertumpu pada retribusi tiket masuk. Pendapatan dari sektor pajak hotel dan restoran belum optimal karena nominalnya masih kalah dibandingkan dengan pemasukan dari retribusi masuk wisata.

“Makanya dibutuhkan inovasi sehingga ada sinergitas agar potensi dari sektor wisata benar-benar dapat dimaksimalkan,” katanya.