Tangani Kemiskinan, Sleman Siapkan Aplikasi Terpadu Penyaluran ZIS

Ilustrasi kemiskinan. - JIBI
02 November 2021 08:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN– Pemkab menjajaki kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di DIY untuk menanggulangi kemiskinan di wilayah Sleman. Salah satunya dengan mengembangkan sistem terpadu dalam menyalurkan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF).

Waki Bupati Sleman Danang Maharsa mangatakan masalah kemiskinan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi seluruh daerah. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemkab untuk terus melakukan upaya penanggulangan kemiskinan.

BACA JUGA : Ini Strategi Pemkab Sleman Tangani Kenaikan Angka

"Nah adanya pengembangan sistem terpadu dalam penyaluran ZISWAF merupakan salah satu upaya yang relevan dalam mendukung upaya Pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan kesejahteraan masyarakat," katanya dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) and User Acceptance Test (UAT), Senin (1/11/2021).

Sejak 2017, katanya, tingkat kemiskinan di Sleman terus mengalami penurunan. Sayangnya, kemunculan pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua aspek kembali meningkatkan angka kemiskinan di Sleman. "Pengembangan sistem terpadu ZISWAF ini menarik saya untuk berkoordinasi dengan BI dan LAZ untuk menanggulangi kemiskinan di Sleman," katanya.

Oleh karenanya, Pemkab Sleman menyediakan data sebagai satu tolak ukur dalam menentukan kebijakan pemerintah. "Validasi data menjadi salah satu hal yang penting dalam menanggulangi kemiskinan. Melalui data yang valid, Pemerintah dapat menentukan skala prioritas dan kriteria dalam penanggulangan kemiskinan," katanya.

Kepala Tim Implementasi KEKDA, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Andi Adityaning Palupi mengatakan sistem yang dikembangkan melalui kerjasama antara BI, LAZ dan Pemkab Sleman untuk implementasi sistem penyaluran ZISWAF yaitu Jogjaberbagi.id. Sistem ini merupakan sistem penyaluran ZISWAF yang terintegrasi dengan data kemiskinan yang dimiliki Pemkab.

"Penerapan sistem ini baru pertama kali dilakukan di Sleman. Jadi Sleman menjadi pilot project karena memiliki database warga miskin yang bagus," jelasnya.

Menurutnya, dalam sistem ini dihadirkan dashboard kegiatan, Integrasi Data LAZ dan Pemkab, Rapor Penerima bantuan, Mapping penerima bantuan, dan laporan kegiatan. "Dengan fitur-fitur yang disiapkan ini maka penyaluran bantuan ZISWAF dapat dilakukan secara merata, akuntabel dan transparan," katanya.

BACA JUGA : Angka Kemiskinan di Jogja Melonjak Melebihi Rata-Rata

Berdasarkan data Pemkab Sleman selama 2020 tingkat pengangguran mencapai 6,59% meningkat 2,9% dibandingkan tahun 2019 sebesar 3,69%. Hal ini disebabkan pekerja sektor formal dan informal banyak yang kehilangan pekerjaannya karena pembatasan atau penghentian operasional usaha sebagai dampak pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, selama 2020 persentase KK miskin menjadi 8,79% atau naik 0,71% dibandingkan 2019 sebesar 8,08% sedangkan jumlah penduduk miskin sebesar 8,12% atau meningkat 0,21% dari 7,91 pada 2019. Kenaikan tersebut sebagai dampak pandemi Covid-19.