20 Warga Bantul Dirawat di RS Covid-19 Gara-Gara Klaster Takziah

Ilustrasi. - Freepik
09 November 2021 19:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Puluhan warga Bantul terpaksa menjalani perawatan di RS khusus Covid-19 karena tertular klaster takziah.

Sejumlah selter dan isoter dipastikan siap bila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19. Terlebih akhir-akhir ini sejumlah klaster kembali muncul di Kabupaten Bantul.

Kepala Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Tarsisius Glory pada Selasa (9/11/2021) menyampaikan bila jumlah bed bagi pasien Covid-19 di RSLKC saat ini masih tersedia.

Ketersediaannya pun menurut Glory masih banyak, mengingat tak semua pasien Covid-19 dari sejumlah klaster dipindahkan di selter.

Hingga saat ini Bantul memiliki lima selter dan tempat isolasi terpadu (isoter). Kelimanya saat ini masih kosong belum beroperasi kembali pasca penurunan kasus.

BACA JUGA: Ijazah Ribuan Murid di DIY Ditahan Sekolah, Ditengarai Terkait Pungli

Kendati demikian Glory menegaskan bila kesemua selter maupun isoter tengah siaga bila dibutuhkan. "Mungkin di Jogja isoter RSLKC Bantul yang masih aktif dan menerima pasien Covid-19," ungkapnya.

Dari catatan Glory saat ini sebanyak 20 pasien Covid-19 klaster takziah menjalani perawatan di RSLKC Bambanglipuro. Dari 20 pasien tersebut, 19 diantaranya berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan satu pasien lainnya bergejala ringan.

"Ada 20 pasien klaster takziah yang saat ini kami rawat di RSLKC Bambalipuro, 19 pasien kategori [OTG] dan seorang pasien bergejala ringan. Kalau asal usul pasien yang kami rawat dari Kapanewon mana atau Kalurahan mana, saya tidak hafal," tandasnya.