Serangan Ubur-ubur di Pantai Gunungkidul Diprediksi Hingga September
Pengunjung kawasan pantai di Gunungkidul diminta untuk mewaspadai potensi serangan ubur-ubur. Diprediksi kemunculan hewan ini sampai pertengahan September 2026.
Kondisi banjir di perkampungan nelayan di Pantai Sadeng di Kapanewon Girisubo. Kamis (11/11). /Ist.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Hujan deras mengguyur sejak Kamis (11/11/2021) dini hari menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah lokasi. Meski demikian, hingga sekarang belum laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Salah satu banjir terjadi di Kalurahan Songbanyu di Kapanewon Girisubo. Dilaporkan banjir terjadi di perkampungan nelayan di Sadeng dan gedung Paud di Dusun Gabugan. Adapun ketingian bervariasi mulai dari lutut orang dewasa hingga satu meter.
BACA JUGA: Hujan Guyur DIY Lebih dari 24 Jam, Ini Daftar Bencana yang Ditimbulkan
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, hujan deras yang mengguyur sepanjang hari mengakibatkan genangan air di Kalurahan Songbanyu. Lokasi pertama berada di Dusun Gabugan yang mengakibatkan balai dusun dan sekolah Paud terendam air setinggi lutut orang dewasa.
Adapun lokasi kedua terjadi di perkampungan nelayan di Sadeng. Adapun ketinggiannya mencapai satu meter. Meski terjadi banjir, namun tidak ada laporan korban jiwa berkaitan dengan peristiwa ini. “Masih aman dan warga di Sadeng juga mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” katanya, Kamis siang.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY, Sunu Handoko mengatakan, banjir di Sadeng ketinggiannya mencapai 30 centimeter hingga satu meter. Akibat genangan air ini barang-barang milik warga banyak yang hanyut. Selain itu, sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Air mulai naik sekitar pukul 07.00 WIB. Mudah-mudahan hujan segera reda sehingga situasi bisa kembali normal,” kata Sunu.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk, hujan deras tidak hanya menyebabkan banjir di Kalurahan Songbanyu. Namun demikian, ada juga peristiwa longsor di beberapa titik.
Dijelaskannya untuk kejadian longsor yang masuk hingga Kamis siang ada di Dusun Candi, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari. Talut rumah milik Sriyanto ambrol, dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Peristiwa yang sama juga terjadi di Dusun Karanglor 1, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Talut di samping rumah Hariyanto jebol karena tidak kuat menahan aliran air dari hujan.
“Laporan longsor juga terjadi di Kalurahan Putat, Patuk,” katanya.
Meski demikian, Edy mengakui hingga sekarang belum ada laporan korban jiwa maupun luka akibat bencana ini. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada berkaitan dengan cuaca ekstrem,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengunjung kawasan pantai di Gunungkidul diminta untuk mewaspadai potensi serangan ubur-ubur. Diprediksi kemunculan hewan ini sampai pertengahan September 2026.
Gerindra menyerahkan kasus Bupati Kuansing Suhardiman Amby kepada KPK dan menegaskan menghormati seluruh proses hukum.
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Lonjakan penumpang Commuter Line Jogja–Palur hingga 30% saat libur sekolah membuat KAI Commuter siagakan 34 perjalanan kereta per hari.
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.
Roy Suryo menghadiri sidang perdana Dokter Tifa di PN Jakarta Timur. Perkara Roy masih menunggu proses praperadilan di PN Jakarta Selatan.