33 Lurah Baru Sleman Dilantik, Ini Pesan Bupati

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melantik 33 lurah terpilih melalui Pilur di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Senin (15/11/2021) - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
15 November 2021 19:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 33 Lurah tepilih hasil Pemilihan Lurah (Pilur) gelombang 1 dilantik oleh Bupati Sleman di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Senin (15/11/2021). Seusai pelantikan, bupati meminta seluruh lurah untuk merangkul semua warga agar besama-sama membangun kalurahan.

Bupati Sleman Kustini mengingatkan agar para Lurah terlantik tetap merangkul semua warga untuk bersama-sama membangun kalurahan. "Pilur sudah selesai sudah saatnya untuk membangun kalurahan. Tidak ada lagi perbedaan dukungan lurah. Lurah yang dilantik harus bisa merangkul semua warga," kata Kustini.

Ia juga mengingatkan setelah pengambilan sumpah dan pelantikan ini, tugas berat bagi lurah sudah menunggu. Sesuai dengan ketentuan, katanya, maksimal tiga bulan setelah pelantikan lurah harus segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kalurahan untuk jangka waktu 6 tahun ke depan.

"RPJM Kalurahan tersebut harus ditetapkan dengan peraturan kalurahan, yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan dan program para lurah," katanya.

BACA JUGA: Petugas Kewalahan Batasi Pengunjung Malioboro, Personel Bakal Ditambah

Penyusunan perencanaan pembangunan harus dilaksanakan secara partisipatif oleh pemerintahan kalurahan yang melibatkan lembaga kemasyarakatan. Maka dari itu, Kustini berharap lurah yang baru dapat merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membeda-bedakannya.

"Setelah Pilur mungkin saja menimbulkan kerenggangan di tengah masyarakat. Saya harapkan agar saudara Lurah memberikan pendidikan politik yang santun dan bermartabat pada masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Pilur secara e-voting untuk gelombang pertama digelar pada 31 Oktober 2021 lalu. Ini merupakan kali kedua Pemkab menyelenggarakan Pilur secara e-voting. Metode ini dimaksudkan agar terwujud pemilihan lurah yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga menghasilkan lurah yang berkualitas.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman Budiharjo meminta agar para lurah yang dilantik segera melaksanakan tugasnya dengan baik. Sejumlah program sudah menanti mereka mulai dari penanggulangan Covid-19 hingga pada persoalan sosial, ekonomi dan kemiskinan.

"Oleh karenanya, kami berharap setelah ini lurah diharapkan mampu menyelesaikan RPJM Kalurahan selama tiga bulan. Untuk itu, sesuai amanah bupati, lurah juga harus bisa merangkul semua warga," katanya.

Pelantikan serta pengambilan sumpah dilakukan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis kepada perwakilan 3 lurah, yakni lurah Tridadi (Sleman) lurah Bimomartani (Ngemplak) dan lurah Candibinangun (Pakem).

Lurah Candibinangun Sismantoro mengatakan setelah pelantikan ia akan segera menyelesaikan RPJM Kalurahan yang sebelumnya sudah sudah digelar oleh setiap dusun melalui musyawarah dusun. "Selain itu, saya akan melanjutkan program-program yang sudah ada sebelumnya," kata Sismantoro.

Tidak hanya itu, untuk melibatkan masyarakat ia tidak akan henti-hentinya untuk turun ke masyarakat dan bertemu dengan para tokoh masyarakat di setiap dusun. "Bagaimanapun, dasar RPJM Kalurahan ini dibentuk berdasarkan aspirasi masyarakat. Setiap dusun akan saya datangi untuk menyerap aspirasi mereka," katanya.