Dewan Dorong Perbaikan Sarana Penunjang Pariwisata

Anggota DPRD Bantul, Teguh Santosa. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
19 November 2021 06:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk terus memprbaiki dan menambah sarana dan prasarana penunjang objek wisata, terutama destinasi yang baru. Dorongan tersebut bukan tanpa alasan, karena pariwisata merupakan salah satu daya ungkit pengembangan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata.

“Yang perlu diperbaiki paling tidak fisik, seperti jalan, tempat parkir, penerangan, dan fasilitas umum lainnya sekitar objek wisata. Karena objek wisata yang aksesnya mudah akan banyak didatangi oleh wisatawan,” kata Anggota DPRD Bantul, Teguh Santosa, Kamis (18/11).

Teguh merupakan salah satu anggota yang ikut mendorong munculnya destinasi wisata baru di daerah pemilihannya di Banguntapan dan Piyungan, terutama Piyungan. Setidaknya sampai saat ini sudah ada 21 destinasi wisata di kapanewon Piyungan. Bahkan politikus partai Golkar tidak segan mengeluarkan uang pribadi maupun dana aspirasi untuk perbaikan sarana penunjang pariwisata seperti untuk pembangunan cor blok, bangket, dan penerangan umum. Terlebih dana Aanggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul selama dua tahun ini terkuras oleh pandemi Covid-19 dan Pilkada.

Bagi Teguh, objek wisata merupakan salah satu daya dongkrak untuk memberdayakan warga sekitar sehingga ekonominya meningkat, misalnya ada yang menjajakan kiliner, kerajinan, dan souvenir bagi wisatawan. “Biar banyak yang datang wisatawannya, maka fasilitasnya harus diperbaiki agar wisatawan tuman datang ke Bantul,” ucap Teguh.

Perbaikan fasilitas penunjang wisata tidak hanya difokuskan di destinasi yang sudah tenar seperti Pantai Parangtritis dan sekitarnya. Namun perlu mengangkat destinasi-destinasi wisata baru agar semakin banyak warga yang terberdayakan.

Pihaknya juga trus berupaya mencari celah dana pembangunan sarana dan prasarana penunjang wisata. Pria kelahiran 24 Mei 1969 meyakini pembangunan fasilitas penunjang objek wisata tidak akan merugi, sebaliknya akan menjadi investasi pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat sehingga manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.

Namun demikian Teguh juga meminta masyarakat juga turut menjaga fasilitas pendukung wisata. Bagi pengelola wisata terutama objek wisata yang baru-baru agar berkereasi dan berinovasi untuk trus mengembangkannya baik secara langsung maupun melalui media sosial agar objek wisata menarik dikunjungi wisatawan, sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah semata.

Saat ini eranya teknologi, pengelola wisata perlu memanfaatkan medias sosial untuk mensosialisasikan destinasi wisata dan menampilkan keunggulannya masing-masing baik dari sisi objek wisatanya, kulinernya maupun kerajinannya, “Nantinya Pemkab dapat memetakan mana objek wisata yang perlu digenjot dan dibantu dan mana yang sudah mandiri,” ujar Teguh.

Senada disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Bantul, Saryanto. Politikus Grindra ini akan terus mengawal pembangunan pariwisata karena pariwisata sudah terbukti dapat memberdayakan masyarakat dan memberikan pendapatan asli bagi daerah. Ia menilai sudah banyak yang dilakukan Pemkab Bantul untuk pembangunan pariwisata, namun masih ada yang perlu diperbaiki lagi.

“Sarana dan prasarana masih kurang banyak dan masih butuh anggaran banyak untuk menarik wisatawan baik wisatawan asing maupun lokal,” kata Saryanto.

Ia juga meminta Dinas Pariwisata dan masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengelola objek wisata. Tidak hanya menyediakan spot swafoto karena dengan mengandalkan spot swafoto wisatawan cepat bosan dan enggan untuk kembali lagi ke tempat tersebut.

Pengelolaan wisata saat ini perlu dikalaborasikan dengan berbagai paket wisata dan bekerjasama dari objek wisata satu dengan objek wisata lainnya sehingga saling melengkapi, misalnya paket homestay, atraksi wisata, dan mengajak wisatawan untuk melihat langsung aktivitas warga di pedesaan.

“Selain wisata, infrastruktur pendukung di desa-desa juga masih perlu digenjot lagi seperti pembangunan jalan, corblok, dan jembatan lingkungan untuk lebih mempermudah akses wisatawan,” tandas Saryanto.