Target PAD Wisata Gunungkidul Naik Jadi Rp63,2 Miliar
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul memberikan teguran keras ke salah satu SMP di Kapanewon Semanu. Peringatan ini diberikan karena pelaksanaan pembelajaran tidak mematuhi protokol kesehatan.
Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Tijan mengatakan, sudah melakukan klarifikasi adanya video yang beredar di masyarakat tentang pembelajaran di kelas yang tidak memakai masker. Pihak sekolah mengakui kesalahan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi.
“Memang benar dan sekolah sudah kami beri peringatan keras,” kata Tijan kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).
Meski demikian, ia mengaku tidak langsung memberikan sanksi karena upaya pembinaan lebih dikedepankan. Diharapkan kasus ini menjadi pelajaran sehingga tidak ada sekolah lain yang ikutan melanggar.
Menurut Tijan, penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah merupakan hal yang wajib dilaksanakan, baik guru maupun para siswa. Kebijakan ini diterapkan sebagai salah satu upaya mengurangi risiko penularan virus corona di sekolah. “Syarat diselenggarakannya pembelajaran tatap muka adalah dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” katanya.
Atas kejadian ini, ia berjanji akan melaksanakan pemantauan dan pengawasan lebih ketat lagi. Evaluasi secara berkala juga terus dilakukan sehingga kasus yang sama tak terulang. “Yang paling penting jangan sampai ada lagi kasus penularan di lingkungan sekolah,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo. Menurut dia, upaya pelanggaran protokol kesehatan di sekolah harus ditekan. Langkah ini sebagai salah satu cara mencegah terjadinya penyebaran virus.
“Jangan sampai ada klaster penularan di sekolah,” katanya.
BACA JUGA: Angin Kecang Melanda Jogja, 4 Mobil Tertimpa Pohon Tumbang
Ali menuturkan, sejak dibukannya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada pertengahan September lalu, di Gunungkidul sudah ada dua sekolah yang ditutup karena adanya penularan. Meski demikian, pada saat sekarang kedua sekolah sudah dibuka kembali karena penularan dapat dikendalikan.
Menurut dia, adanya penularan di lingkungan sekolah tidak mengganggu pembelajaran tatap muka. Pasalnya, penangnaan hanya dilakukan di sekolah yang terdapat kasus, sedangkan sekolah lain tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa.
“Yang ditutup hanya sekolah yang ada kasusnya. Kalau sudah kondusif dan keadaan normal, maka pembelajara bisa dibuka lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
PDIP Jawa Tengah merekomendasikan sanksi organisasi kepada DPP setelah Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terjaring OTT KPK.
PSM Makassar menang 2-1 atas PSIM Jogja. Darije Kalezic memuji semangat pemain setelah Juku Eja bangkit dari kekalahan telak melawan PSS Sleman
ATM Emas Bank Mandiri tersedia di KC Yogyakarta Sudirman. Nasabah dapat mencetak saldo emas digital menjadi emas fisik 1, 5, dan 10 gram.
Putri Kusuma Wardani kalah 17-21, 16-21 dari Wang Zhi Yi pada perempat final Denmark Open 2026. Indonesia tanpa wakil di tunggal putri.
PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) menyiapkan pembangunan hotel baru di Jogja pada 2027 dan penambahan outlet restoran, seiring kenaikan saham 16,13% dalam setahun.