Titik Pemindaian Aplikasi Sugeng Rawuh di Malioboro Akan Ditambah

Petugas sistem Sugeng Rawuh meminta pengunjung masuk ke sistem pembatasan durasi berkunjung di kawasan Malioboro, Minggu (14 - 11). Harian Jogja / Sirojul Khafid.
21 November 2021 06:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana menambah titik pemindaian sistem Sugeng Rawuh di Malioboro. Dengan penembahan ini, pengunjung bisa tersebar dalam mengakses Sugeng Rawuh dan tidak menimbulkan potensi antrean.

Adapula kemungkinan titik pemindaian sistem itu di tempat parkir. Apabila sudah memindah Sugeng Rawuh sedari tempat parkir, saat memasuki kawasan Malioboro cukup menunjukkan bukti sudah mengisi data pada petugas penjaga.

"Jadi tidak ada wisatawan yang tidak memindai QR Code Sugeng Rawuh atau tidak ada antrean di sejumlah akses masuk Malioboro," kata Heroe, Jumat (19/11/2021).

BACA JUGA : Simulasi Sistem Sugeng Rawuh, Masih Banyak Pengunjung

Sejak simulasi penerapan pada 14 November 2021, Unit Pelaksana Teknis Kawasan Cagar Budaya Jogja menempatkan QR Code Sugeng Rawuh di 17 titik akses masuk ke Malioboro. Tujuan sistem ini untuk mendata pengunjung Malioboro. Sistem yang terkoneksi dengan aplikasi pesan WhatsApp ini juga akan mengingatkan pengunjung bahwa batas waktunya di Malioboro hanya dua jam.

Apabila wisatawan tidak mematuhi aturan durasi berkunjung ke Malioboro, maka dimungkinkan wisatawan bisa tertinggal rombongan. "Ini dikarenakan kami juga membatasi durasi maksimal parkir bus pariwisata yaitu sekitar tiga jam. Pengelola tempat parkir akan meminta bus segera meninggalkan lokasi parkir apabila durasinya sudah habis," kata Heroe.

"Ketentuannya seperti itu dan pengelola parkir pun sudah diminta konsisten mematuhi aturan," ucapnya lagi

Pada hari pertama simulasi, tercatat 613 pengunjung Malioboro yang terdata di Sugeng Rawuh. Dalam pantauan, banyak pengunjung yang tidak melakukan scan atau pendataan dari petugas Sugeng Rawuh. Hal ini terjadi lantaran kurangnya petugas, atau memang pengunjung yang menolak.

BACA JUGA : Batasi Pengunjung, Pemkot Jogja Siapkan Aplikasi Sugeng

Salah satu pengunjung, Dian, 32, mengaku tidak mendapat arahan dari petugas untuk scan Sugeng Rawuh. Dia berjalan dari parkiran Abu Bakar Ali kemudian menggunakan lajur Barat pedestrian Malioboro. Namun dia setuju dengan kebijakan pendataan tersebut.

“Soalnya memang sudah banyak pengunjung. Masih ada pula yang abai protokol kesehatan satu dua orang. Bahkan ada yang merokok di kawasan Malioboro,” kata Dian yang tahu apabila Malioboro merupakan Kawasan Tanpa Rokok.

Dian menilai petugas di Malioboro tergolong sedikit, terutama di sisi Barat. Dia hanya melihat dua petugas yang mengingatkan untuk menggunakan masker pada para pengungjung. “Seneng aktivitas Malioboro udah kayak dulu, tapi prokesnya mungkin bisa lebih ditertibkan,” katanya.