PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Ilustrasi APBD./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Raperda APBD 2022 sudah disepakati bersama antara bupati dengan DPRD Gunungkidul, Jumat (26/12/2021). Didalam kesepakatan ini ada defisit anggaran sebesar Rp88,7 miliar di tahun depan.
Hal ini terjadi karena sektor pebiayaan lebih besar ketimbang pemasukan. Adapun pendapatan pemkab di tahun depan sebesar Rp1.932.227.761.823. Sedangkan sisi belanja memiliki plafon sebesar Rp2.020.971.779.715,
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, memang ada defisit anggaran di strukur APBD yang telah disepakati bersama. Adapun nominalnya mencapai Rp88,7 miliar.
“Memang postur belanja lebih besar ketimbang pendapatan yang dimiliki,” katanya, Senin (29/11/2021).
BACA JUGA: 26 Siswa di Kota Jogja Positif Covid-19, Wawali: Tidak Ada Klaster
Meski demikian, sambung Ery, defisit tersebut bukan menjadi masalah karena pemkab sudah menyiapkan skema pembiayaan guna menutupi sektor belanja sehingga arus keuangan menjadi seimbang. “Akan ada pembiayaan sebesar defisit yang terjadi,” katanya.
Ditambahkan dia, pengesahan RAPBD 2022 sempat tertunda. Pada awalnya, pengesahan dilakukan pada Rabu (24/11/2021), namun dikarenakan input di Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) ada kendala sehingga bupat meminta penundaan hingga Jumat.
Ery pun memastikan pengesahan berjalan dengan lancar karena seluruh fraksi menyepakati draf materi dari raperda yang telah dibahas secara bersama-sama. “Memang ada beberapa catatan untuk menjadi masukan dan bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Salah satu catatan yang diberikan berkaitan dengan pendataan aset serta penyelesaian rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Ini hanya satu catatan karena total ada sembilan catatan yang diberikan dalam proses pembahasan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku optimis terhadap kondisi perekonomian di 2022 mendatang. Ia pun menyakini kondisi akan terus mengalami perbaikan. “Untuk program masih berkaitan dengan pemulihan serta penanggulangan dampak dari pandemic. Serta menargetkan herd immunity di triwulan I,” katanya.
Sunaryanta juga memastikan bahwa fokus pembangunan yang disusun juga tidak keluar dari visi misi yang dimiliki. “Visi misi jadi pedoman untuk arah pembangunan di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Film Laut Bercerita tayang serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026, sehari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda.
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 24–27 Agustus 2026. Simak wilayah perairan yang berpotensi terdampak.
Semarak Fun Run 6K di kawasan Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi bagian dari rangkaian Transmigrasi Festival 2026.
Prabowo menambah 17 pesawat water bombing, 1.500 personel, serta 200 pompa untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Senin (24/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.