Advertisement

PDAM Tirta Projotamansari Jadi Perumda Berprestasi

Media Digital
Senin, 13 Desember 2021 - 05:17 WIB
Sunartono
PDAM Tirta Projotamansari Jadi Perumda Berprestasi Direktur Perumda Tirta Projotamansari, Arinto Hendro Budiantoro bersama Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menerima penghargaan BUMD Award 2021. - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Projotamansari merupakan salah satu perusahaan umum daerah (Perumda) di Bantul yang berprestasi di ajang nasional. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bantul ini meraih TOP BUMD 2021 dengan kategori bintang empat atau sangat baik versi majalah TOP Business yang bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA).

Tidak hanya perusahaannya, namun direkturnya, Arinto Hendro Budiantoro merupakan TOP CEO BUMD 2021, serta Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sebagai TOP Pembina BUMD 2021. Penghargaan pada Perumda Tirta Tamansari ini tidak serta merta, namun melalui proses panjang yang dilakukan tangan dingin Arinto.

Arinto memang bukan orang baru di Perumda Tirta Projotamansari. Pria kelahiran 14 Oktober 1975 ini merintis karirnya di PDAM sejak 1998 lalu menjadi staf keuangan. Kemudian 2009 dipromosikan menjadi kepala unit Selopamioro yang merupakan layanan baru selama 5,5 tahun. Kemudian ia menjadi Kepala Bagian Administrasi Keuangan.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Lalu pada 2018 lalu mengikuti tes dan terpilih menjadi Direktur Perumda Tirta Projotamansari. Latar belakang Arinto sebagai administrasi dan sarana ekonomi menjadikan BUMD Bantul tersebut maju. Tidak heran sejak 2018-2020 Tirta Projotamansari juga mendapatkan predikat kinerja baik berdasarkan tiga aspek kinerja, yakn iindikator keuangan, operasional, dan administrasi. Untuk capaian kinerja 2020 berdasarkan penilaian kinerja Kepmendagri Nomor 47 tahun 1999 pada 2020 lalu dengan nilai 68,5.

Arinto mengungkapkan penghargaan tersebut tidak semata-mata karena dirinya namun berkat kerja sama tim Tirta Projotamansari yang sudah melakukan sejumlah startegi bisnis “Starategi yang kami lakukan adalah peningkatan pelayanan dengan inovasi pelayanan publik, pembayaran rekening air secara daring, pembacaan meter air secara daring, perluasan outlet pembayaran, peningkatan kapsitas produksi, percepatan pemasangan sambungan air, dan mencari usaha baru di bidang air minum, yakni air minum dalam kemasan yang dikenal BaNew,” papar Arinto, Sabtu (11/12/2021).

Berbagai kemudahan yang diberikan pada pelanggan adalah sudah adanya sitem terintegrasi akutansi keuangan dengan bagian bagian lain sehingga setiap masalah muncul bisa cepat sampai bagian terkait, kemudahan pembayaran rekening tiap bulan kewajiban pelanggan dengan berbagai macam kemudahan baik secara langsung maupun lewat beberapa pembayaran online tersedia.

“Kalau mau bayar tak harus ke kantor kita buka seluas-luasnya loket pembayaran. Keluhan pelanggan sudah ada aplikasi Siap Prima harapan masyarakat manfaatkan itu ada beberapa fitur pasang baru, kemudian tiap ada keluhan bisa disampaikan lewat situ,” kata Arinto.

Kemudian pihaknya menyediakan layanan aduan lewat aplikasi whatsapp, lalu juga ada SMS Center bagi yang tidak memiliki android. Ia berharap pengaduan masyarakat cepat teratasi karena itu karyawan Tirta Projotamansari terkadang kerja di luar waktu untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

Advertisement

Dari sisi manajemen keuangan juga cukup bagus. Tirta Projotamansari tahun ini mampu menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) melebihi target dari target Rp550 juta bisa memberikan Rp700 juta lebih. Tahun lalu dari target Rp400 juta bisa menyumbangkan PAD Rp700 juta, meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

“2021 sangat kita rasakan dampaknya bagi operasional PDAM terkait penurunan pendapatan, peringanan ada program penanganan pandemi dan bantuan sembako. Ada keringanan yang diberikan pelanggan mengurangi laba yang ada. Tapi target PAD tetap tercapai,” ujarnya. Menurut dia, Tirta Projotamansari berbeda dengan perumda lainnya, karena selain profit oriented juga ada unsur sosial yang bisa memberikan kemudahan layanan masyarakat dalam mengakses air bersih.

Karena itu pihaknya juga terus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya air bersih. Tirta Projotamansari mengikuti program pemerintah 100-0-100 yang artinya 100% layanan air bersih, 0% untuk daerah kumuh dan 100% untuk pemukiman. Menurut dia sebetulnya Bantul ada sekitar 70% masyarakat bisa mengakses air bersih yang bersumber dari perpipaan Tirta Projotamansari dan sumur layak konsumsi dan sumber lain layak konsumsi. Perpipaan Tirta Projotamansari sudah menjangkau 22%. Pihaknya terus berupaya masyarakat terlayani dari pipa Tirta Projotamansari sampai 30% pada 2024 mendatang.

Advertisement

Terkait kondisi perpipaan, secara umum diakui Arinto baik dan bisa menjangkau 17 kapanewon. Hanya sebagian kecil yang belum terlayani. Produksi air juga lancar dari tiga sumber sungai, yakni sungai Oyo, Opak, dan sungai Progo, serta sumber air tanah. Kapasitas produksi air bersih Tirta Projotamansari saat ini mencapai sekitar 400 liter per detik. Jumlah produksi air tersebut belum termasuk suplai dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Regional yang dikelola DIY sebanyak sekitar 50 liter per detik, yang dapat mencukupi sekitar 5.000 pelanggan. Sehingga tidak heran Bupati Bantul mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2017 tentang Penyediaan Air Baku Bagi Usaha Perhotelan, Perumahan dan Usaha lainnya.

“Tinggal edukasi masyarakat pentingnya penggunaan air bersih. Yang penting sesuai kesehatan jangan sampai masyarakat mengkonsumsi air kualitas buruk terutama kualitas air tanah yang berdempetan dengan septic tank dan pencemaran pencemaran lain. Agar masyarakat bisa ambil manfaatkan layanan kami,” kata Arinto.

Pemasangan Baru

Arinto menambahkan jumlah pelanggan juga terus naik dari tahun ke tahun, per tahun ini jumlah pelanggan Tirta Projotamansari mencapai 40.030 pelanggan. Pihaknya terus berupaya menambah pelanggan terutama dari perumahan dan juga kelompok usaha. Tahun depan ditargetkan pemasangan sambungan rumah jaringan pipa air sebanyak 3.000 pelanggan. Dari jumlah tersebut 2.000 di antaranya adalah dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Karena pemasangannya juga disubsidi oleh pemerintah dari harga biasanya Rp1,1 juta menjadi Rp100.000.

Advertisement

Sebanyak 2.000 MBR sasaran pemasangan jaringan baru untuk semua warga di wilayah Bantul, Tapi sebagian besar terfokus di wilayah Pajangan, Sedayu, dan Kasihan. Adapun syaratnya adalah daya listrik rumah maksimal 1.300 watt, bukan rumah mewah atau ber-AC, berada di wilayah Bantul, berada dalam jangkauan jaringan, diutamakan dekat dengan jaringan eksisting.

Ketentuannya masyarakat harus mengisi formulir, tanda tangan surat pernyataan bermaterai, bersedia disurvei petugas, dan pemasangannya dilakukan pada 2022 mendatang. Manfaat yang didapat adalah paket sambungan meter air, satu titik kran di dekat meter air (tidak termasuk penyambungan ke instalasi dalam dan tidak boleh mengubah konstruksi sambungan air). “Pendaftaran berlaku sampai 30 Desember, pemasangan dilakukan awal tahun depan,” ujar Arinto. (ADV)

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?

News
| Sabtu, 24 September 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement