Kapan Waktu yang Tepat untuk Menerima Vaksin Booster?

Berty Murtiningsih dalam diskusi daring Perlukah Penerima Vaksin Inaktif Terima Vaksin Booster, Jumat (17/12/2021). - Tangkapan layar
18 Desember 2021 06:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Respons dan kekebalan tubuh yang terbentuk setelah suntik vaksin Covid-19 bisa berbeda-beda. Kekebalan tubuh pun menurun selang beberapa bulan.

Menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana Jogja, Teguh Kristian Perdamaian, umumnya kekebalan tubuh penerima vaksin Covid-19 menurun setelah enam sampai dengan tujuh bulan suntikan vaksin primer. Vaksin primer ini merupakan dosis pertama atau kedua.

“Harapannya setelah vaksin dosis kedua bisa meningkatkan kekebalannya, tapi beberapa orang kekebalannya bisa tidak optimal. Apabila dalam beberapa bulan ke depan kekebalan menurun secara perlahan, maka dibutuhkan booster, itulah yang dimaksud vaksin booster,” kata Teguh dalam diskusi daring kerja sama Harian Jogja dan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional bertema Perlukah Penerima Vaksin Inaktif Terima Vaksin Booster?, Jumat (17/12/2021).

Sejauh ini belum ada penelitian yang spesifik membahas jenis vaksin mana yang perlu segera mendapatkan booster. Pada dasarnya, vaksin Covid-19 inaktif  atau jenis lainnya memiliki dampak yang hampir sama.

“Efektivitas vaksin Covid-19 memang tidak jauh berbeda, pencegahan transmisinya antara 60-80 persen. Vaksin Pfizer yang sempat dinyatakan efektif 90 persen, diuji coba saat kala itu kasus sedang rendah. Saat kasus meningkat akibat varian Delta, efektifnya di angka yang sama, antara 60-80 persen,” kata Teguh. “Vaksin booster juga bisa sama dengan jenis vaksin dosis pertama dan kedua, atau juga bisa berbeda jenisnya.”

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DIY, Berty Murtiningsih mengatakan sejauh ini belum ada instruksi detail mengenai vaksin booster untuk masyarakat umum. Vaksin booster akan mulai diberikan pada awal 2022.

“Saat ini vaksin booster pertama kali untuk tenaga kesehatan. Vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan di DIY sudah 100 persen,” kata Berty. “Masyarakat non-tenaga kesehatan yang mendapat booster tidak akan masuk dalam sistem dan aplikasi Peduli Lindungi tidak akan mengeluarkan sertifikat.”

Sampai 16 Desember 2021, sasaran vaksinasi di DIY sebanyak 2.879.699 orang. Dosis pertama sudah disuntikkan untuk 97,72% atau 2.813.973 sasaran. Sementara, dosis kedua sudah disuntikkan untuk 87,29% atau 2.512.884 sasaran.