Padamkan Kebakaran, Petugas Damkar Jogja Malah Nyaris Disabet Sajam oleh Pemilik Rumah

Ilustrasi. - Freepik
22 Desember 2021 20:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Jogja hampir disabet senjata tajam (sajam) oleh pemilik rumah yang kediamannya mengalami kebakaran pada Rabu (22/12/2021) di Kampung Sudagaran, Tegalrejo.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja, Isharyanto menjelaskan, pihaknya mendapati laporan kebakaran itu sekira pukul 11.20 WIB. Adapun objek yang terbakar adalah kipas angin dan DVD player yang terbakar akibat korsleting listrik.

"Kebakaran dengan objek kipas angin dan DVD player. Saat berusaha memadamkan api, petugas damkar hampir disabet senjata tajam oleh si pemilik rumah," katanya.

Isharyanto menyebut, pihaknya menerjunkan satu regu personel untuk memadamkan api di lokasi. Diduga pemilik rumah berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sehingga menyabet petugas dengan sajam saat hendak memadamkan api.

"Infonya pemilik rumah stres dan diduga ODGJ," ujarnya.

BACA JUGA: Cara Daftar Secreto, Aplikasi yang Cocok untuk Pemuja Rahasia

Sementara Kapolsek Tegalrejo, Kompol Joko Sumarah menyebut, insiden itu bermula saat pihaknya mendapat aduan dari warga soal kebakaran di Kampung Sudagaran. Pihaknya kemudian meneruskan laporan itu ke Dinas Kebakaran dan Penyelamatan setempat.

Saat petugas tiba di lokasi, pemilik rumah atas nama SN, laki-laki 49 tahun berusaha menghalangi petugas yang hendak memadamkan api dengan sebilah sajam jenis pisau. Namun, Joko mengklaim bahwa petugas akhirnya mengamankan SN dan api berhasil dipadamkan.

"Pemilik rumah diketahui punya riwayat penyakit lama dan punya ketergantungan dengan obat. Saat kejadian pas obatnya habis jadi dia kehilangan kendali," jelasnya.

Kapolsek menyebut, munculnya api diduga terjadi saat SN menyalakan kipas angin dan DVD player miliknya. Saat itu, Joko mengklaim bahwa SN menggunakan pisau untuk memutus aliran listrik dari kabel saat api muncul.

"Dia ini kan pasien BPJS, jadi dibatasi berobat itu hanya bisa dua kali dalam sebulan. Sementara posisi obatnya habis jadi dia kalau kehabisan obat itu kehilangan kesadaran," kata Kapolsek.

Beruntung insiden itu tidak sampai melukai petugas. Api yang muncul juga bisa terbilang kecil dan dengan cepat dapat dikendalikan. "Sebenarnya api hanya kecil, cuma pas terbakar itu langsung dilempar kebagian ruang kosong dalam rumah sehingga asapnya mengepul tinggi dan dikira warga rumah kebakaran," ungkap dia.