Bandara YIA Pangkas Karyawan, Agus Pandu: Saya Sedih

Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019). - Harian Jogja / Hafit Yudi Suprobo
22 Desember 2021 17:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) akan memangkas karyawan demi efisiensi. Perusahaan masih mendata pegawai yang tidak akan diperpanjang kontraknya. Hal ini menyusul krisis keuangan yang mendera perusahaan pelat merah tersebut.

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) Bandara Yogyakarta International Airport, Agus Pandu Purnama, mengatakan kondisi Bandara YIA yang merugi selama pandemi Covid-19 memaksa perusahaan memangkas jumlah karyawan.

"Terus terang seharusnya hal ini [pengurangan tenaga kerja] sudah dilakukan pada tahun 2020, namun karena suatu hal kami masih bertahan supaya tidak ada karyawan yang selesai kontraknya," kata Agus Pandu pada Rabu (22/12/2021).

Dikatakan Agus Pandu, saat ini perseroan tengah menghitung kebutuhan jumlah minimum pegawai di bandara YIA. Jumlah pegawai nantinya akan disesuaikan dengan jumlah penumpang. Berdasarkan catatan perseroan masa kontrak pegawai bandara YIA habis pada 31 Desember 2021.

"Nah, ini jumlahnya saya belum bisa merilis. Sebetulnya, kontrak [pegawai bandara YIA] ini sudah ada masanya, seperti tahun ini pada 31 Desember kontrak itu selesai. Jadi ini berdasarkan kontrak, bukan merumahkan atau mem-PHK, tapi tidak melanjutkan kontrak," sambung Agus Pandu.

BACA JUGA: Gunungkidul Berkomitmen Ciptakan Desa Wisata Berprestasi

Pemangkasan jumlah karyawan di Bandara YIA dinilai oleh Agus Pandu merupakan langkah rasional. Selama pandemi Covid-19, target 10 juta penumpang per tahunnya. Namun, Bandara YIA hanya mampu meraih 10 persen dari target.

"Tahun ini kami hanya mendapatkan 1,2 juta penumpang dari target 10 juta orang. Tahun 2020 lalu kami hanya mendapatkan 980.000 penumpang. Keuangan kami jadi terganggu ya akhirnya merugi. Kita bisa balance antara pendapatan dan pengeluaran kalau bisa mencapai 10 juta penumpang per tahunnya," ungkap Agus Pandu.

Biaya operasional untuk menggaji karyawan outsourcing Bandara YIA mencapai Rp43,6 miliar pada 2020 lalu. Padahal, pendapatan yang didapatkan oleh bandara tidak mencapai angka tersebut. Perseroan harus mengeluarkan uang sebesar Rp36,3 miliar untuk membayar gaji outsourcing.

"Meskipun, langkah untuk memangkas karyawan ini masih dalam tahap pembahasan internal. Sebetulnya, saya sedih jika nanti keputusannya ada karyawan yang sudah berkontribusi positif namun kontraknya tidak dilanjutkan. Perlu diketahui, langkah pemangkasan ini berlaku di seluruh bandara, tidak hanya di YIA," terang Agus Pandu.

PT Angkasa Pura I (persero) atau AP I mengkonfirmasi jumlah utang kepada investor dan kreditur per November 2021 mencapai Rp28 triliun bukan senilai Rp35 triliun sebagaimana informasi yang beredar.

“Sebenarnya kondisi Angkasa Pura I itu, memang kami utang kepada kreditur dan investor sampai dengan November 2021 itu sebesar Rp28 triliun. Jadi, bukan Rp35 triliun tapi Rp28 triliun,” ujar Direktur Utama AP I, Faik Fahmi dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Faik Fahmi menambahkan di luar utang tersebut terdapat kewajiban lain yang mesti ditanggung oleh AP I seperti kewajiban kepada karyawan, kewajiban kepada supplier sekitar Rp4,7 triliun. Dengan demikian, ujar Faik, total kewajiban pembayaran AP I mencapai Rp32,7 triliun.

“Namun, kewajiban kami kepada kreditur dan investor itu sekitar Rp28 triliun per November 2021,” jelasnya.