Target 100% Vaksin Dosis Pertama di Sleman Sulit Tercapai, Ini Penyebabnya

Salah satu pelajar mengikuti vaksinasi di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman, Kamis (4/11/2021). - Ist.
23 Desember 2021 20:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Target 100% capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di wilayah Sleman sulit tercapai hingga akhir tahun ini. Meski kegiatan vaksinasi dosis pertama terus dilakukan, hingga kini capaian vaksinasi dosis pertama di Sleman hanya 82,8%.

Melorotnya capaian vaksinasi dosis pertama di Sleman disebabkan penambahan jumlah sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun sebanyak 95.950 anak. Hingga kini, jumlah anak yang divaksinasi baru mencapai 2.145 anak atau 2,2% saja dari seluruh sasaran.

"Sebelum kick off vaksinasi anak usia 6-11 tahun, capaian vaksinasi dosis pertama di Sleman sebesar 92%. Namun saat ini baru mencapai 82,8% setelah ada penambahan jumlah sasaran anak usia 6-11 tahun," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Novita Hamidah Yulianti, Kamis (23/12/2021)

Dengan demikian, kata Yuli, target pemberian vaksinasi dosis pertama 100% hingga akhir Desember ini sulit tercapai. Sebab selain vaksinasi anak-anak, Dinkes bersama sejumlah instansi seperti TNI/Polri dan BIN DIY masih terus menyasar (door to door) warga yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

BACA JUGA: Berwisata di Merapi Park Jogja, Berikut Ragam Atraksi dan Harga Tiket Masuk

"Misalnya hari ini (kemarin) tim melaksanakan vaksinasi door to door di Tempel. Kami masih menyasar warga yang belum divaksinasi. Baik mereka yang lansia, tidak datang saat kegiatan vaksinasi atau karena alasan lainnya," papar Yuli.

Meski sulit mencapai target, katanya, Pemkab terus mengejar target 100% vaksinasi Covid-19 dosis pertama hingga akhir tahun ini. Hingga 19 Desember, capaian vaksinasi dosis pertama menyentuh 82,8% sementara dosis kedua 74,4% dan dosis ketiga (booster) sebesar 123,36%. Jumlah sasarannya bertambah dari sebelumnya 803.822 orang menjadi 974.317 orang.

"Turunnya capaian vaksinasi dosis pertama dari 92% menjadi 82% ini akibat penambahan jumlah sasaran vaksinasi anak. Kami tidak mungkin menghapus data anak-anak karena mereka sudah termasuk yang wajib divaksinasi," ujar Yuli.