Seorang Warga Margokaton Sleman Dapat Ganti Rugi Hampir Rp10 Miliar dari Tol Jogja-Bawen

Ilustrasu uang ganti rugi Tol Jogja-Bawen - JIBI/Bisnis Indonesia
10 Januari 2022 18:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Uang ganti rugi yang diberikan kepada warga Margokaton, Seyegan, Sleman, yang tergusur Tol Jogja-Bawen mencapai Rp95 miliar. Ada satu warga yang menerima ganti rugi hampir Rp10 miliar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Wijayanto mengatakan pembayaran UGK di Margokaton dibagi dalam empat hari. Total 227 bidang dengan nilai ganti rugi lebih dari Rp95 miliar.

BACA JUGA: Baru 6 Tahun Lalu Beli Tanah, Pria Ini Dapat Rp7,5 Miliar dari Ganti Rugi Tol Jogja-Solo

“Hari ini nilai UGK terkecil Rp1,5 juta karena hanya terkena 1 meter, terbesar Rp3,3 miliar dengan luas lahan lebih dari 2.000 meter persegi,” katanya, Senin (10/1/2022).

Dia mengatakan ada satu warga yang menerima uang ganti rugi hampir Rp10 miliar. Total luas lahan yang terkena proyek tol 4.848 meter persegi dari enam bidang. “Hari ini 70 objek pengadaan tanah, seluas 2,4 hektare dengan nilai Rp48,3 miliar. Nanti akan dilanjutkan hingga Kamis nanti," katanya.

Pekan depan pada 17-20 Januari, Satker akan membayarkan UGK bagi warga Banyurejo, Tempel. Dengan demikian, luas lahan yang sudah dibebaskan hingga akhir Januari bagi warga hampir 90%.

“Kamis [13/1/2022] nanti kami juga akan membayar Tirtoadi [Mlati] sebanyak tiga objek seluas 2.391 meter persegi senilai Rp14 miliar," katanya.

Hingga akhir Desember 2021, kata Wijayanto, luas area yang dibebaskan untuk Tol Jogja-Bawen di wilayah DIY sebanyak 568 bidang seluas 15,5 hektare dengan total uang ganti rugi yang disalurkan Rp537,9 miliar. "Ini belum termasuk Margokaton dan Banyurejo nanti. Sebab prosesnya masih berjalan," katanya.

BACA JUGA: Perkembangan Terbaru Tol Jogja-Bawen: Peletakan Baru Pertama Segera Dilaksanakan

Pembayaran uang ganti kerugian (UGK) untuk lahan Tol Jogja-Bawen memunculkan miliarder-miliarder baru di Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman. Puluhan warga Margokaton menerima uang ganti rugi hingga miliaran rupiah.

Sutopo, misalnya. Dia menerima sekitar Rp2 miliar sebagai pengganti lahan pertanian miliknya yang terdampak pembangunan tol. "Hanya satu bidang, luasnya 1.260 meter persegi. Kalau harga lahannya memang di atas harga pasaran saat ini," kata Sutopo kepada Harian Jogja, Senin (10/1/2022).

Meskipun menjadi miliader baru, Sutopo mengaku tetap ingin bertani. Sebagian besar UKG yang diterima akan digunakan untuk membeli lahan pengganti. Sebagian lainnya untuk memperbaiki rumah. "Beli tanah itu termasuk pulung, tapi sudah ada target. Nanti lahan yang baru tetap saya tanami rumput untuk peternakan lembu saya," katanya.

Selain Sutopo, beberapa warga lainnya juga menerima uang ganti hingga miliaran rupiah. Didin Kurniawan medapatkan nilai Rp2,3 miliar untuk luas lahan 1.064 meter persegi. Begitu juga dengan Indriyani yang menerima uang ganti rugi Rp1 miliar lebih meskipun luas lahan hanya 593 meter persegi.

Kepala Bidang Pengadaan Tanah BPN Kanwil DIY Margaretha Elya Lim Putraningtyas mengatakan 70 warga Margokaton yang menerima UKG pada hari pertama didominasi pemilik lahan dan bangunan. Pembayaran uang ganti rugi terakhir akan disalurkan pada pekan depan untuk warga Banyurejo, Tempel. "Setelah seluruh warga pemilik lahan selesai dibayar, kami baru akan menyalurkan UKG untuk lahan khusus seperti tanah kas desa, sekolah, cagar budaya, wakaf dan lainnya," katanya.

BACA JUGA: Tergusur Tol Jogja-Solo, Permukiman 1 RT Kini Rata dengan Tanah

BPN, juga akan menyiapkan tim khusus untuk mengkaji lahan-lahan sisa yang diajukan oleh warga terdampak lainnya. Tim khusus tersebut akan mengidentifikasi sisa-sisa tanah warga apakah lahannya layak untuk dibebaskan atau tidak. "Untuk sisa tanah di atas 100 meter persegi akan ditangani oleh tim khusus. Nanti tim ini akan mengkaji layak tidaknya, atau sesuai dengan kebutuhan atau tidak," katanya.

Selama proses pembebasan lahan tol, kata Elya, masyarakat banyak yang mendukung dan mengikhlasan lahannya untuk pembangunan jalan tol. Selain untuk kepentingan umum, kata Elya, UGK yang diberikan juga dinilai sudah di atas rata-rata (harga pasar).