Uji Emisi Gratis di Balaikota Jogja, Catat Jadwal dan Lokasinya
Uji emisi gratis digelar Pemkot Jogja pada 22 dan 24 September 2026 di Plaza Balaikota. Catat jadwal dan lokasinya.
Sejumlah PKL mengemasi sisa-sisa barang berharga di Kios Jalan Mataram, Kota Jogja, Jumat.
Harianjogja.com, JOGJA--Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan sepatu di kawasan Jalan Mataram, Danurejan Kota Jogja mulai pindah. Belasan pedagang ini rencananya akan ditempatkan di Eks Bioskop Indra.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Jumat (28/1/2021) sekitar 15 kios di kawasan Jalan Mataram ini sudah kosong. Beberapa PKL tampak mengemasi barang-barang penting seperti rolling door hingga peralatan listrik di kios mereka.
Selain itu mereka mengangkat sejumlah barang seperti sepatu yang telah dimasukkan ke dalam bagor atau karung.
Baca juga: Setelah Menunggu 18 Tahun, Keinginan Sultan Memindah PKL Malioboro Terwujud
"Sudah sejak kemarin mulai pindahan, ini sudah bersih," kata Veronica salah satu PKL di kawasan jalan ini.
Ia mengaku akan menempati lapak baru di Lantai 3 Teras Malioboro 1 atau eks Bioskop Indra. "Sebenarnya kecewa, karena ini lokasinya sudah di pinggir jalan. Tetapi semoga saja nanti pindah ke Indra menjadi lebih baik," ucap warga Suryatmajan, Danurejan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Uji emisi gratis digelar Pemkot Jogja pada 22 dan 24 September 2026 di Plaza Balaikota. Catat jadwal dan lokasinya.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Lumeria Dessert membuka gerai kelima di Plaza Malioboro, Yogyakarta, sekaligus memperkenalkan lini menu matcha dengan bahan premium dari Jepang.
Pemkot Magelang menggerakkan ASN dan pegawai BUMD lewat Ayo Nglarisi Pasar untuk meningkatkan transaksi dan menghidupkan pasar rakyat.
Feri Yudoyono menyumbang perunggu balap sepeda untuk Indonesia di Asian Games 2026. Kontingen Merah Putih kini mengoleksi 22 medali.
Status KLA Sleman dipertanyakan setelah kasus keracunan MBG. Warga meminta DPRD memperkuat pengawasan perlindungan anak.