P3I Kecam Promosi Vape Libatkan Anak, Desak Penegakan Hukum
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Sejumlah PKL mengemasi sisa-sisa barang berharga di Kios Jalan Mataram, Kota Jogja, Jumat.
Harianjogja.com, JOGJA--Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan sepatu di kawasan Jalan Mataram, Danurejan Kota Jogja mulai pindah. Belasan pedagang ini rencananya akan ditempatkan di Eks Bioskop Indra.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Jumat (28/1/2021) sekitar 15 kios di kawasan Jalan Mataram ini sudah kosong. Beberapa PKL tampak mengemasi barang-barang penting seperti rolling door hingga peralatan listrik di kios mereka.
Selain itu mereka mengangkat sejumlah barang seperti sepatu yang telah dimasukkan ke dalam bagor atau karung.
Baca juga: Setelah Menunggu 18 Tahun, Keinginan Sultan Memindah PKL Malioboro Terwujud
"Sudah sejak kemarin mulai pindahan, ini sudah bersih," kata Veronica salah satu PKL di kawasan jalan ini.
Ia mengaku akan menempati lapak baru di Lantai 3 Teras Malioboro 1 atau eks Bioskop Indra. "Sebenarnya kecewa, karena ini lokasinya sudah di pinggir jalan. Tetapi semoga saja nanti pindah ke Indra menjadi lebih baik," ucap warga Suryatmajan, Danurejan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Menkes Budi Gunadi Sadikin memerintahkan audit dugaan nakes menghina pasien BPJS. Hasil investigasi Inspektorat Kemenkes ditargetkan rampung pekan ini.
Nusantara Explorer masih disempurnakan usai dicoba Presiden Prabowo. Kereta wisata ini akan melayani perjalanan berbasis permintaan wisatawan.
Pemkot Jogja Luncurkan Tagline "Otentik Konkret" untuk Hari Jadi ke-270, Diawali Kerja Bakti di 270 Titik
Pemkab Bantul akan memperluas bantuan modal UMKM Rp2 juta bagi warga desil 1, 2, dan 3 untuk menekan kemiskinan ekstrem.
DPR meminta aparat mengusut tuntas temuan 995 senjata api, narkotika, dan VCD porno di sekolah swasta Jakarta Selatan, termasuk asal-usul barang bukti.