Advertisement

Bisnis, Konten, dan Distribusi Jadi Fokus AMSI

Sirojul Khafid
Sabtu, 29 Januari 2022 - 11:37 WIB
Budi Cahyana
Bisnis, Konten, dan Distribusi Jadi Fokus AMSI Rakernas AMSI di Hotel Artotel Suites Bianti, Gondokusuman, Jogja, Jumat (28/1/2022). - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) semakin bebenah pada usianya yang kelima. Dari sisi internal, setidaknya tiga hal yang menjadi perhatian ke depan yaitu sisi bisnis, konten, dan distribusi.

Menurut Ketua AMSI Pusat, Wenseslaus Manggut dalam survei yang digelar belum lama ini ada masalah terkait dengan konten di media siber Indonesia. Dari sisi bahasa, AMSI bekerja sama dengan Pusat Bahasa untuk membuat pelatihan dan sejenisnya.

Advertisement

Setelah masalah konten selesai, kemudian beralih kepada distribusi. Sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 350 media siber di Indonesia dengan ribuan wartawan, AMSI merupakan produsen konten yang besar.

“AMSI jangan hanya menjadi content provider, karena sudah memiliki platform, distribusi, dan teknologi. Perlu membentuk sebuah agensi, masuk pada ekosistem, tanpa terlibat akan ada problem. Supaya AMSI bisa mempertahankan konten berkualitas produk jurnalistik,” kata Wenseslaus dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AMSI di Hotel Artotel Suites Bianti, Gondokusuman, Jogja, Jumat (28/1).

Membuat agensi bersama menjadi langkah yang masuk akal, termasuk dalam upaya pengembangan sisi bisnis. Apabila kontennya kuat, maka ada sisi penawaran kepada bisnis. Namun semua konten ini perlu mengacu pada peraturan yang berlaku, termasuk Dewan Pers.

“Perlu ada regulasi untuk menjaga keberlanjutannya. Ada waktu satu dua tahun ke depan untuk berupaya memulangkan jurnalisme ke jalurnya,” kata Wenseslaus.

Hal ini semakin relevan saat banyak perusahaan yang ingin menyasar market ke daerah-daerah. Saat ini, meski sasaran market perusahaan di daerah, namun masih menggunakan media skala nasional. Sementara hal ini bisa dimanfaatkan oleh media lokal yang secara pasarnya juga lokal.

Gap Media

Anggota Majelis Etik AMSI Pusat, Yoseph Stanley Adi Prasetyo, mengatakan apabila ada gap antara media di kota besar dan kecil. Makin jauh dari Jakarta, gapnya semakin lebar. Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu AMSI sikapi.

Selain itu, perlu adanya perhatian dalam kerja sama antara media dengan pihak lain. Di suatu daerah, media bekerja sama dengan pemerintah dalam memberitakan isu terkait dengan kekerasan terhadap perempuan dan sejenisnya. Pemerintah mendanai proses peliputan tanpa menyensor berita yang dikeluarkan.

Advertisement

Selayaknya, kerja sama seperti ini bukan dengan pemerintah, namun dengan organisasi seperti AMSI. “Kerja sama seperti ini bisa dikerjakan oleh AMSI dengan membangkitkan isu-isu di daerah tertentu. Masyarakat lebih percaya media daripada pemerintah,” kata Stanley.

Sebagai informasi, Rakernas AMSI berlangsung 28-29 Januari 2022. Peserta yang hadir secara luring sejumlah 48 orang. Ada banyak agenda, termasuk paparan AMSI wilayah. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement