Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Polisi mengimbau sejumlah remaja yang tengah menongkrong untuk segera bubar, Minggu (12/4/2020)/Istimewa-Polres Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang menjadi perhatian serius di jajaran Polres Gunungkidul. Apabila ada anak yang jam 10 malam belum pulang, orang tua segera diminta mencari tahu keberadaan anak Anda.
Kasat Reskoba Polres Gunungkidul AKP Dwi Astuti Handayani mengaku prihatin dengan masih tingginya kasus peredaran obat-obatan terlarang dan narkoba. Terlebih lagi, peredaran banyak melibatkan anak-anak muda.
Apalagi, kebanyakan kasus yang terungkap melibatkan anak remaja. “Ini harus jadi perhatian bersama karena keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba bisa berujung ke terjadinya kecelakaan, kriminalitas hingga aksi klithih,” katanya, Minggu (30/1/2022).
Berdasarkan data yang ada, di awal tahun ini petugas dari Satreskoba Polres Gunungkidul telah mengungkap dua kasus narkoba dengan barang bukti ribuan pil koplo. Dari kasus ini, polisi mengamankan sepuluh tersangka dan saat sekarang masih memburuh seorang bandar yang mamasok barang haram ini.
Penyalahgunaan obat menjadi paling banyak karena peredaran pil koplo mudah didapatkan dan harga jual terbilang murah dan menguntungkan. “Yang tertangkap ada yang masih anak-anak. Selain itu, dari pengungkapan rata-rata umur 18-24 tahun,” ungkapnya.
Astuti menegaskan akan terus berupaya memutus mata rantai penyebaran. Langkah yang diambil dengan bekerja sama dengan dinas pendidikan berkaitan dengan pencegahan di lingkungan sekolah. Ia tidak menampik pengungkapan kasus sudah ada yang melibatkan anak sekolah seperti yang diungkap belum lama ini.
Selain itu, ia berharap orang tua turut berperan dalam upaya pencegahan. Terutama memberikan pengawasan ekstra pada setiap aktivitas anak-anak agar tidak terjadi salah pergaulan. “Komunikasi pada anak penting dilakukan sebagai upaya pencegahan. Misal hingga pukul 22.00 WIB, belum pulang maka bisa menanyakan keberadaan dan meminta kepada anak segera balik ke rumah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.