Advertisement

Pemulihan Perekonomian Sleman melalui Sektor Pariwisata

Abdul Hamied Razak
Rabu, 02 Februari 2022 - 21:57 WIB
Yudhi Kusdiyanto
Pemulihan Perekonomian Sleman melalui Sektor Pariwisata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah dua tahun diterpa pandemi Covid-19, Pemkab Sleman mulai menyiapkan kerja pemulihan ekonomi di berbagai sektor, salah satunya melalui sektor pariwisata.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan Pemkab telah meluncurkan Calendar of Event 2022 di sektor pariwisata, Sabtu (29/1/2022). Kalender kegiatan di bidang pariwisata ini mengusung tema Sport Tourism, Leisure, and Wellness.

Advertisement

Dalam Calender of Event 2022 ada 70 event pariwisata di Sleman, baik olahraga, festival maupun budaya. Tema tersebut diangkat karena Sleman bakal menjadi tuan rumah Porda XVI dan Peparda DIY pada 1-9 September 2022.

Kustini berharap kedua perhelatan olahraga tingkat daerah tersebut mampu menjadi pengungkit pemulihan perekonomian melalui sektor pariwisata. Agenda ini diharapkan menjadi promosi yang efektif untuk menjadikan Sleman sebagai destinasi wisata olahraga utama (sport tourism main destination) di DIY.

"Peluncuran kalender ini menandakan dimulainya kegiatan untuk pemulihan perekonomian di Sleman, terutama di sektor pariwisata. Dana promosi yang disiapkan untuk mendukung Porda DIY sebesar Rp3,4 miliar," kata Kustini, Rabu (2/2/2022).

Pemkab Sleman menaruh perhatian lebih pada upaya perbaikan perekonomian akibat Covid-19 khususnya di sektor pariwisata, mengingat sektor ini menjadi sektor pengungkit bagi geliat sektor lainnya mulai pelaku UMKM, jasa perhotelan, rumah makan dan sebagainya. "Kami menyiapkan tiga strategi untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di sektor pariwisata," kata Kustini.

Di 2022 Pemkab Sleman mengalokasikan Rp1,6 miliar untuk mendukung pemberdayaan masyarakat sektor pariwisata, di antaranya melalui pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, pengembangan destinasi, pembinaan dan pengawasan wisata, serta penguatan promosi pariwisata. Selain itu terdapat dana alokasi khusus (DAK) Rp836,5 juta untuk peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata.

Strategi pemulihan sektor pariwisata Sleman yang kedua, menurut Kustini, terkait dengan penguatan karakter destinasi pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Saat ini terdapat 53 desa wisata di Sleman, baik kategori desa wisata rintisan, desa wisata tumbuh, desa wisata berkembang maupun desa wisata mandiri.

Pemkab mengalokasikan dana hibah Rp1 miliar kepada Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) agar lembaga ini menyiapkan event yang diharapkan menjadi motor pergerakan perekonomian di Sleman. "Kami juga akan terus melakukan penguatan karakter destinasi pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat," katanya.

Advertisement

Strategi ketiga dengan kolaborasi semua stakeholder pariwisata, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk bersama-sama mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata agar segera berkembang dan bergeliat. "Dengan semangat Sesarengan Mbangun Sleman, kami optimistis sektor pariwisata dapat berkembang untuk mendukung pemulihan perekonomian masyarakat," kata Kustini.

Menurut Kustini, di tengah pandemi Covid-19 jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Sleman sebanyak 1,39 juta dengan rerata belanja Rp752.000. Adapun total pendapatan retribusi pariwisata sebesar Rp1,77 miliar. "Kontribusi PAD dari sektor pariwisata Rp294,68 miliar atau mencapai 36,67% dari seluruh PAD sebesar Rp803,66 miliar," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Keren! Warga Desa Ini Tanam Padi Bergambar Soekarno

News
| Selasa, 28 Juni 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia

Wisata
| Sabtu, 25 Juni 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement