Advertisement

Mulai Senin Depan, Pemkab Bantul Berlakukan PTM 50% di Semua Sekolah

Ujang Hasanudin
Jum'at, 04 Februari 2022 - 11:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Mulai Senin Depan, Pemkab Bantul Berlakukan PTM 50% di Semua Sekolah Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) di Bantul akan dikurangi kapsitasnya dari yang tadinya 100% menjadi 50% dari total kapasitas. Kebijakan tersebut mulai berlaku per Senin, pekan depan.

“Kami sudah sampaikan Surat Edaran ke sekolah-sekolah besok Senin tanggal 7 Februari 2022 kita kembali PTM terbatas hanya 50 persen[dari total kapasitas siswa],” kata Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko, saat dihubungi Jumat (4/2/2022).

Isdarmoko mengakui kebijakan pengurangan kapasitas PTM tersebut seiring tingginya penularan Covid-19 di Bantul. Sesuai intruksi Menteri Pendidikan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) bahwa pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 harus mengedepankan kesehatan dan keselamatan siswa, guru, tenaga kependidikan, maupun orang tua siswa.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Saat ini kasus Covid-19 di Bantul tengah meningkat sehingga perlu kewaspadaan kembali termasuk di sekolah-sekolah untuk memperketat kembali protokol kesehatan, “Terlebih ada varian baru Omicron yang penularannya cepat harus hati-hati, harus waspada,” kata Isdarmoko.

Baca juga: Tok! Pemda DIY Putuskan PTM 50 Persen untuk Sekolah di Atas 200 Siswa

Lebih lanjut Isdarmoko mengatakan sejauh ini belum ada penularan klaster dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Yang terjadi adalah klaster sekolah tingkat sekolah menengah atas (SMA). Sebagaimana diketahui SMA, SMK dan sederajat di bawah naungan Pemda DIY.

Namun demikian, Isdarmoko menyebut ada salah satu siswa SD yang positif Covid-19, namun bukan klaster dari sekolah, melainkan dari orang tuanya, “Setelah dilacak itu bukan klaster sekolah. Itu karena dari orang tuanya,” ujar Isdarmoko.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memastikan Pemkab tidak akan menutup mutlak PTM yang sudah berjalan, melainkan dikurangi kapasitasnya seperti sebelum-sebelumnya, “Prinsip tidak menghentikan tatap muka, yang penting nanti dikurangi [kapasitasnya],” kata Halim. Namun demikian jika ada sekolah yang terpapar, kata Halim, maka sekolah yang bersangkutan akan ditutup sementara PTM-nya namun tidak menutup PTM di sekolah lainnya.

Halim menyatakan tingginya kasus Covid-19 di Bantul saat ini karena diduga atau probable Omicron. Namun yang terpapar juga rata-rata tanpa gejala atau OTG sehingga tidak terlalu parah dan cukup melakukan isolasi selama seminggu di rumah tanpa harus diisolasi di rumah sakit.

Advertisement

“Sampai sekarang yang terpapr Covid-19 itu tanpa gejala. Rata-rata tanpa gejala sehingga tidak diperlukan penanganan khusus sampai sekarang belum diperlukan penanganan khusus cukup isolasi di rumah insyaallah seminggu sembuh,” ucap Halim.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bantul terjadi penambahan kasus positif Covid-19 per Kamis (3/2/2022) sebanyak 36 kasus sehingga total kasus positif di Bantul 57.594 kasus. Saat ini kasus aktif di Bantul atau yang menjalani isolasi sebanyak 149 orang. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kesaksian Penonton saat Tragedi Kanjuruhan, Kengerian Menyayat di Depan Mata

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement