Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Kasus Korupsi Eks Jampidsus FA
Kejagung menerbitkan tiga sprindik baru usai mengambil alih penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Jampidsus FA dari Polri.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengungkap sebagian besar kasus omicron yang terdeteksi di Jogja merupakan pelaku perjalanan. Mereka memeriksakan tes PCR secara mandiri kemudian oleh petugas dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui Whole Genome Sequencing (WGS).
Sultan menjelaskan sebagian besar yang terdeteksi omicron pada 73 sampel tersebut merupakan pelaku perjalanan atau wisatawan. Mereka secara mandiri melakukan tes swab di klinik maupun rumah sakit di Jogja. Dari swab tersebut ternyata hasilnya positif, kemudian melakukan isolasi mandiri dan kembali ke daerahnya setelah dinyatakan negatif Covid-19. Adapun salah satu syarat yang sering dijadikan sampel WGS adalah pasien dengan hasil swab CT Value di bawah 30 maupun telah diperiksa SGTF hasilnya probable omicron.
“Dari sebagian orang yang berwisata ke Jogja itu kalau mau pulang ada yang periksa mandiri, dari hasil setelah beberapa hari karena pemeriksaan [WGS] lebih rumit sehingga mereka pulang [setelah negatif Covid-19]. Labnya [WGS] baru bisa menyelesaikan, kan kira-kira begitu. Tetapi juga ada yang memang sehat juga ada positif Omicron dari hasil lab WGS itu,” kata Sultan di Kepatihan, Kamis (10/2/2022).
BACA JUGA: Setelah Kasihan, Polisi Juga Menggeledah Rumah Terduga Teroris di Sewon
“Jadi ini hasil dari wisatawan luar Jogja yang masuk ke Jogja mereka sebelum meninggalkan Jogja mengambil inisiatif untuk swab di rumah sakit atau klinik di Jogja,” imbuh Sultan.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengaku tidak dapat menyimpulkan kepastian waktu masuknya Omicron, namun hasil sampel tersebut ia terima total pada Selasa (8/2/2022) lalu. Sebagian besar memang pelaku perjalanan yang sulit dilakukan pemantauan. Saat mereka pulang ke daerah asalnya pun tidak bisa dipantau. Akan tetapi jika data sampel telah didapatkan secara detail, DIY akan memberikan notifikasi kepada provinsi asal dari warga tersebut.
“Dia periksa di sini positif, ketika sudah sembuh dia sudah balik sebagian besar seperti itu, ada notifikasi, hasil ini luar DIY dibantu notifikasi itu yang kami lakukan. Agar mereka mendapat perlakuan misalnya karantina di daerah asalnya, dengan notifikasi antarprovinsi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejagung menerbitkan tiga sprindik baru usai mengambil alih penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Jampidsus FA dari Polri.
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.
Haier akan meluncurkan produk rumah pintar berbasis AI di Indonesia secara bertahap untuk memperkuat pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Kemenhut mendorong hilirisasi 10 komoditas perhutanan sosial melalui pembentukan klaster untuk memperkuat pasar hingga ekspor.
Sleman mengusulkan 87 formasi CPNS kesehatan ke KemenPAN-RB dan menyiapkan rekrutmen 92 pegawai BLUD untuk memenuhi kebutuhan layanan.
Komunitas Ojol Solusi Bantul membagikan paket sembako kepada driver ojol yang sudah tidak bekerja sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian.