PSS Sleman Masih Berburu Pemain Lokal, Ini Kata Pieter Huistra
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
OTT pembuangan sampah liar pada Jumat (28/1/2022). - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Penerapan operasi tangkap tangan (OTT) sampah liar belum manjur untuk mengatasi pembuangan sampah sembarangan yang masih terjadi di sejumlah titik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Ari Budi Nugroho menyampaikan setelah ada OTT pembuangan sampah liar, memang sempat terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah.
Titik-titik pembuangan sampah liar kini mulai berkurang. Namun, tetap saja terdapat banyak sampah yang kembali dibuang pada tempat yang tidak semestinya. “Tetap dijumpai atau ditemui di bak sampah fasilitas publik jadi lokasi pembangan sampah rumah tangga,” paparnya, Sabtu (12/2/2022).
Ari mencatat masih banyak lokasi yang bukan seharusnya dijadikan tempat pembuangan sampah dan kebayakan titik tersebut berada di kawasan ruang terbuka hijau (RTH). Padahal, DLH sudah berusaha mengoptimalkan beragam cara pencegahan, seperti sosialisasi dan edukasi ke masyarakat.
DLH juga sudah bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam penyadaran masyarakat, seperti menggandeng perguruan tinggi melalui KKN tematik, PKK kabupaten, Dinas Kesehatan, kalurahan maupun intansi pemerintah lainnya.
Langkah OTT sampah liar dinilai diperlukan untuk menyadarkan dan mengedukasi masyarakat. Khususnya edukasi betapa pentingnya pengelolaan sampah dari sumber sampah. Satuan Polisi Pamong Praja Bantul menjadi salah tim yang ikut turun tangan dalam OTT sampah liar.
Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta menjelaskan OTT sampah liar dilandaskan pada Peraturan Daerah No.2/2019 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Motif pelanggar yang tertangkap rata-rata tidak mau direpotkan dengan sampah rumah tangga yang mereka timbulkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dua gim langsung di New Delhi.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.
Polri membantah pencegahan Febrie Adriansyah dilakukan sewenang-wenang dan menyebut tindakan itu untuk kepentingan penyidikan.
Malang menjadi destinasi wisata domestik favorit 2026 menurut Traveloka, disusul Bandung, Jogja, Semarang, dan Palembang.