Advertisement

Pemkot Jogja: Warga Lebih Pilih Parkir Liar di Jalan Mataram Ketimbang Parkir Resmi di Abubakar Ali

Yosef Leon
Selasa, 15 Februari 2022 - 16:27 WIB
Bhekti Suryani
Pemkot Jogja: Warga Lebih Pilih Parkir Liar di Jalan Mataram Ketimbang Parkir Resmi di Abubakar Ali Suasana TKP ABA pada Selasa (22/12/2020) yang masih lengang jelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah telah menyediakan parkir resmi di kawasan Malioboro, antara lain parkir bertingkat di Abubakar Ali. Kendati demikian, masyarakat lebih banyak memilih parkir di kawasan Jalan Mataram yang sebagian ilegal alias parkir liar.

Kemunculan parkir liar itu menyusul beroperasinya Teras Maliooro yang kini menjadi sentra relokasi PKL yang semula berjualan di jalur pedestiran Jalan Malioboro.

Pemerintah Kota Jogja menyebut tengah mengevaluasi sejumlah konsekuensi yang muncul akibat keberadaan Teras Malioboro I dan II sebagai tempat relokasi baru pedagang kaki lima (PKL). Satu diantaranya yakni kemunculan parkir liar di kawasan Jalan Mataram atau pintu masuk ke Teras Malioboro II. 

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Puluhan Siswa SD dan SMP di Bantul Positif Covid-19, Sekolah Tatap Muka Dihentikan

"Kami mengerti bahwasanya penataan kawasan Teras Malioboro I dan II pasti menimbulkan konsekuensi termasuk keberadaan parkir liar. Makanya coba kita pelajari dulu fenomena di lapangan bagaimana, untuk proses evaluasi," kata Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, Selasa (15/2/2022). 

Haryadi menyebut, keberadaan kantong parkir tentunya jadi kelengkapan akses yang mesti diperhatikan menyusul keberadaan Teras Malioboro I dan II. Apalagi, fasilitas tersebut bisa dibilang menjadi keperluan yang utama bagi pengunjung dan pedagang demi kenyamanan bersama. 

"Memang ini bisa dibilang dampak ikutan karena kan persoalan tata kelolanya juga kita lakukan bertahap yang di teras Malioboro. Karena ada aktivitas ekonomi menjadi ramai, nanti akan kita lihat dulu di lapangan bagaimana keadaannya," ujar dia. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengakui parkir liar masih kerap muncul utamanya di kawasan premium di seputaran Malioboro. Ia menyebut, kondisi ini tentu jadi pekerjaan rumah berbagai pihak untuk melakukan penertiban dan juga penataan. 

Padahal keberadaan kantong parkir resmi Tempat Khusus Parkir Abubakar Ali (TKP ABA) berada tak jauh dari lokasi Teras Malioboro II. Namun, bagi pengunjung yang melintas dari arah perempatan Gondomanan mempunyai kecenderungan untuk memarkirkan kendaraannya di seputaran Jalan Mataram. 

Advertisement

"Petugas lapangan Dishub bukan tidak ada yang mengawasi di sana, tapi tentunya tidak 24 jam setiap harinya. Jadinya kan kucing-kucingan. Makanya tahap awal coba kita akan koordinasikan dulu, padahal kan plang penanda larangan parkir jelas terpasang di sana," ungkap Agus. 

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Petugas Parkir Yogyakarta (FKPPY) Ignatius Hanarto meminta agar Pemkot Jogja serius dalam melakukan penataan parkir di kawasan itu. Selain menggerus pendapatan pengelola parkir resmi, fenomena itu disebutnya juga jadi masalah baru yakni potensi kemacetan apalagi di akhir pekan. 

"Bisa dilihat di TKP ABA lantai satu dan dua itu pasti berkurang dan pengunjung lebih memilih parkir di seputaran Jalan Mataram. Segera ditertibkan saja, biar konsumen kembali ke tempat parkir yang resmi," kata dia.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemerintah Mau Bentuk Badan Usaha Milik Otorita IKN, Apa Kegunaannya?

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement