Advertisement

3 Orang Jadi Tersangka! Polisi Ungkap Kronologi Kasus Sajam dan Pelemparan Botol di Depan Polres Sleman

Lugas Subarkah
Selasa, 15 Februari 2022 - 16:47 WIB
Bhekti Suryani
3 Orang Jadi Tersangka! Polisi Ungkap Kronologi Kasus Sajam dan Pelemparan Botol di Depan Polres Sleman Polisi mengamankan para tersangka pelemparan botol dan membawa sajam, di Polres Sleman, Selasa (15/2/2022) - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Setelah proses penangkapan dan penyidikan beberapa hari, Polres Sleman menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus pelemparan botol di depan Polres Sleman pada Sabtu (12/2/2022) dini hari lalu. para pelaku ternyata bermaksud hendak melukai sasarannya.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rony Prasadana, menjelaskan tiga orang yang ditetapkan tersangka yakni NKW, 18, warga Kapanewon Gamping; ROH, 18, warga Kapanewon Godean; dan DZ, 17, warga Kapanewon Depok. “Kejadian Sabtu [12/2] jam 03.15 WIB, di jalan Magelang, depan Polres Sleman,” ujarnya, Selasa (15/2/2022).

Ia menceritakan kronologi kejadian bermula ketika petugas yang waktu itu sedang menjalankan piket di depan Polres Sleman mendengar suara teriakan dari jalan. Mereka pun mencari sumber teriakan dan mendapati ada rombongan mengendarai sepeda motor.

Dari rombongan ini terlihat ada yang membawa senjata tajam jenis celurit dan ada yang melempar botol kaca. Setelah dilakukan pengejaran, tiga pelaku berhasil ditangkap dan diamankan beserta celurit sepanjang 60 cm yang mereka bawa.

Polisi menangkap para pelaku di sekitar SMPN 3 Gamping. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiga orang ini ketika melintas di depan Polres Sleman tengah mengejar sasarannya, yakni dua orang yang sedang berboncengan motor. Mereka melemparinya dengan botol kaca yang sempat mengenai bagian kaki.

BACA JUGA:Puluhan Siswa SD dan SMP di Bantul Positif Covid-19, Sekolah Tatap Muka Dihentikan

Namun belum sempat tertangkap, calon korban para pelaku berhasil kabur. Menurut pengakuan para pelaku, mereka sengaja berkumpul dan berkeliling sembari membawa celurit untuk berjaga-jaga. “Mereka bukan dari satu sekolah,” katanya.

Polisi saat ini sedang mendalami ketiga tersangka apakah ada tempat kejadian perkara (TKP) lainnya. Atas perbuatan mereka, ketiganya dikenai Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Alasan Polisi Enggan Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J

News
| Kamis, 11 Agustus 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Jajal Keseruan Flying Fox Ledok Sambi, Solusi bagi yang Malas Lewat Tangga

Wisata
| Kamis, 11 Agustus 2022, 13:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement