Advertisement

Sederet Bus Jadul di Jogja yang Pernah Jadi Idola, Mana Favoritmu?

Bernadheta Dian Saraswati
Sabtu, 19 Februari 2022 - 15:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Sederet Bus Jadul di Jogja yang Pernah Jadi Idola, Mana Favoritmu? Bus angkutan umum yang pernah berjaya di era 1980-an hingga 1990an. - Twitter @WarganetBudiman

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Bus menjadi angkutan umum yang masih digemari masyarakat sejak zaman dulu. Namun karena persaingan usaha yang ketat, tidak sedikit perusahaan bus yang akhirnya gulung tikar. Beberapa di antaranya adalah bus yang melayani rute seputaran Jogja seperti Aspada dan Kobutri.

Bus yang tampil dengan ciri khasnya masing-masing itu pernah berjaya di masanya. Masyarakat di era 1980 hingga 1990-an memanfaatkan armada ini sebagai transportasi untuk mengantarkan mereka ke tempat yang dituju, seperti sekolahan, kampus, kantor, hingga pasar.

Zaman dulu, bus kota sangat diminati sebelum banyaknya masyarakat yang memiliki mobil pribadi. Namun karena persaingan usaha sekaligus kepemilikan kendaraan pribadi tersebut, keberadaan bus angkutan umum kini tinggal nama.

Untuk bernostalgia bersama armada yang pernah mengaspal di jalanan Jogja, berikut ini sederet bus "jadul" alias zaman dulu yang pernah berjaya dan menjadi idola masyarakat, dilansir dari berbagai sumber:

1. Aspada

Bus ini berwarna dominan biru. Rute yang dilalui adalah dalam kota, seperti melewati Terminal Giwangan, Ring Road Selatan, Jalan Malioboro, Jalan AM Sangaji, hingga Jalan Monumen Jogja Kembali.

2. Kopata

Kopata adalah singkatan dari Koperasi Angkutan Umum Perkotaan. Bus perpaduan warna putih dan merah ini punya rute dalam Kota Jogja. Beberapa armada ada yang memiliki muka cembung, ada pula yang pesek atau rata seperti bus zaman sekarang. Salah satu rutenya melewati kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM).

3. Kobutri

Di antara yang lain, Kobutri memiliki body yang lebih kecil. Masyarakat justru lebih sering menyebutnya dengan kol. Karena bentuknya yang mungil, angkutan umum berwarna kuning ini hanya mampu membawa penumpang dalam jumlah yang sedikit. Di dalam kol, penumpang duduk berhadap-hadapan, bukan menghadap ke depan seperti bus pada umumnya.

4. Baker

Bus yang lekat dengan warna putih biru ini menjadi idola wisatawan yang akan piknik ke Kaliurang. Sebab, rute Baker adalah Jogja-Kaliurang. Baker dioperasikan PT Baker yang merupakan kepanjangan dari Badan Angkutan Kerjasama Ekonomi Rakyat.

5. Puskopkar

Warnanya putih biru. Angkutan umum ini juga melayani rute di dalam Ring Road. Penumpang bisa mulai menunggu bus ini dari Terminal Jombor jika masih ingin mendapatkan tempat duduk.

6. Damri

Damri termasuk salah satu angkutan umum yang masih beroperasi hingga kini. Dulu, Damri kerap mengaspal di jalanan Ring Road, namun kini trayeknya berubah menjadi angkutan wisata antar kabupaten bahkan provinsi. Antar kota/kabupaten melayani rute Bandara Adisutjipto-Yogyakarta International Airport (YIA) atau sebaliknya. Sementara antarprovinsi ada rute Jogja-Dieng yang hanya Rp25.000. Ada pula Jogja-Candi Borobudur.

Advertisement

7. Koperasi Pemuda

Bus kuning bertuliskan Koperasi Pemuda menjadi favorit bagi warga perdesaan di Sleman. Sebab, bus ini mengantarkan penumpang menuju tempat perbelanjaan seperti Pasar Pakem dan Pasar Prambanan. Bus Pemuda jalur A1 menyusuri Jalan Cangkringan-Pakem. Sementara Jalur A3 melalui rute pasar-pasar di Ngemplak, Sleman hingga depan RS Panti Rapih.

8. Jatayu

Dilansir dari website ayonaikbis.com, Jatayu sempat hadir dengan trayek reguler yang mewarnai jalanan Jogja. Namun kini Jatayu lebih fokus pada dvisi pariwisata. Rute yang dilayani saat masih melayani jalur reguler adalah rute antar kota dalam provinsi (AKDP) seperti Jogja-Kretek, Jogja-Srandakan, Jogja-Parangtritis, dan sebaliknya.

Itulah delapan bus angkutan umum yang pernah mengaspal di jalur perkotaan Jogja maupun di perdesaan. Di antara delapan itu, mana yang menjadi idolamu dulu?

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Alasan Polisi Enggan Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J

News
| Kamis, 11 Agustus 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Jajal Keseruan Flying Fox Ledok Sambi, Solusi bagi yang Malas Lewat Tangga

Wisata
| Kamis, 11 Agustus 2022, 13:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement