Tak Cuma Droping, TNI Bangun 18 Sumur Bor untuk Warga Gunungkidul
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
Prosesi pernikahan unik yang diselenggarakan di dasar Gua Ngingrong di Desa Mulo, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (29/3/2022)/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dua pasang mempelai menikah di dalam Gua Ngingrong, Kalurahan Mulo, Wonosari, Selasa (29/3/2022). Selain berlangsung di alam terbuka, mahar yang diberikan juga unik karena hanya seperangkat alat salat dan satu toples walang goreng.
Sebelum pernikahan berlangsung, mempelai, saksi maupun penghulu harus menunuruni tebing puluhan meter untuk sampai sampai di dasar gua untuk mengikrarkan janji suci pernikahan. Selain itu, juga ada atraksi, seperti mempelai pria yang datang menyambut pasangannya dengan wahana flying fox.
Ketua Forum Ta\'aruf Indonesia (Fortais), Ryan Budi Nuryanto mengatakan, pernikahan unik di dalam gua merupakan yang pertama di Indonesia. Prosesi nikah unik sengaja dilakukan dalam rangka menyambut Bulan Puasa, sekaligus untuk mempromosikan Gua Ngingrong sebagai salah satu destinasi alam di Gunungkidul.
BACA JUGA: Rute ke Gua Kebon, Air Terjun di Kulonprogo yang Baru Saja Dikunjungi Artis
“Mungkin ini yang pertama di Indonesia dan Gunungkidul untuk pelaksanaan prosesi perniakahn di dalam gua,” kata Ryan kepada wartawan, Selasa siang.
Menurut dia, pemilihan lokasi di Gunungkidul karena memiliki kekayaan alam, budaya, hingga kuliner yang layak diangkat. Selain itu, untuk mahar yang diberikan juga terbilang unik karena mempelai perempuan hanya diberkan seperangkat alat salat dan satu toples walang goreng yang merupakan penganan khas dai Bumi Handayani.
“Semua berjalan lancar. Rencananya, kami akan menggelar nikah bareng lagi di kawasan pantai,” katanya.
Panewu Wonosari, Siswanto mengaku ikut menjadi saksi. Ia pun mengucapkan selamat kepada kedua mempelai yang melaksanaan pernikahan di dasar Gua Ngingrong. Prosesi ini akan meninggalkan kenangan kuat bagi pesertanya karena menjadi kenangan unik yang bisa diceritakan ke kerabat hingga masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan juga membantu dalam sarana promosi wisata khususnya di kawasan Gua Ngingrong,” katanya.
Salah satu peserta nikah di Gua Ngingrong, Rumadi,36, mengatakan, mengikuti acara ini setelah diberitahu oleh kawannya. Ia lantas mendaftar dan ikut serta dalam acara nikah bareng. “Saya memang ingin menikah sebelum puasa. Jadi, saat ada acara nikah bareng di Gunungkidul, saya ikut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, dan kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. Gempa terbesar M6,2 dan aktivitas diprediksi meluruh 2–3 pekan.
Cuaca panas dan polusi udara saat kemarau dapat memicu ISPA. Dokter membagikan cara menjaga kesehatan pernapasan dan daya tahan tubuh.
Savia Aulia Rahmawati, sinden cilik asal Ciledug, tampil di Istana saat HUT ke-81 RI dan mendapat respons positif dari Presiden Prabowo.
Tujuh orang meninggal dan beberapa lainnya terluka akibat desak-desakan di sebuah kuil di Bihar, India, setelah tiang listrik roboh.