Film Berlatar Jogja Menang di Cannes 2026, Kisah Yanto Pukau Dunia
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Bencana angin kencang dan banjir yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah DIY disebabkan cuaca ekstrem. Hal itu terjadi karena banyak pembentukan awan CB atau Cumulonimbus akibat udara hangat di sekitar Gunung Merapi.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogja Warjono mengatakan pembentukan awan Cb tersebut lumrah terjadi saat peralihan musim atau pancaroba. Kondisi tersebut menyebabkan hujan akan turun dengan intensitas hujan disertai angin dan petir.
"Pembentukan awan Cb ini juga biasa terjadi selama musim hujan. Proses ini hal biasa terjadi. Kalau dimusim hujan ada pertumbuhan awan Cb yang berdampak pada hujan lebat dengan potensi longsor," katanya, Jumat (1/4/2022).
Jojo sapaan Warjono mengatakan, pertumbuhan awan Cb ini bisa dilihat. Bila pertumbuhan awan Cb terjadi di wilayah kanan dan kiri lereng Merapi seperti Turi dan Prambanan, maka akan terjadi hujan, angin dan petir termasuk potensi terjadinya hujan es.
BACA JUGA: Tutup! Sejak 27 Maret TPST Pisyungan Sudah Tidak Bisa Lagi Menampung Sampah
"Kalau siang menjelang sore, potensi hujan lebat berada di wilayah lereng Merapi. Kalau malam hari yang diwaspadai bagian selatan. Termasuk di pagi hari, seperti di Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo," jelasnya.
Dia menyontohkan wilayah Temon Kulonprogo dan Prambanan Sleman yang sebagian wilayahnya tergenang banjir akibat terjadi intensitas hujan yang tinggi. Potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi hingga Mei mendatang. "Padahal hujan tidak terlalu lama, tapi banyak (merata). Bayangannya, kapasitas botol minuman hanya 5 mili kemudian diberi ribuan ton air, tentu akan meluap," katanya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (1/4) menyebabkan dampak pohon tumbang di sejumlah titik. Salah satunya di Kalasan. "Pohon tumbang menghalangi akses jalan," katanya.
Dia berharap agar masyarakat tetap mewaspadai potensi bencana di sekitarnya selama musim pancaroba terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.