Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 21 Oktober 2026, Cek Tarif
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 21 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jam keberangkatannya.
Senjata tajam yang diamankan dari para terduga pelaku klithih di Bantul, Senin (29/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Sesepuh geng legendaris di Kota Jogja Joxzin mengomentari kekerasan jalanan atau lazim disebut klithih yang terjadi akhir-akhir ini.
BACA JUGA: Sukses Hadapi Geng Motor, Ini Saran Ridwan Kamil untuk Atasi Klithih
Menurut dia, kenakalan remaja saat ini lebih parah dibandingkan dengan eranya dahulu. Dulu, geng di Jogja bertengkar dengan tangan kosong lalu persoalan selesai. Sekarang, remaja dan pemuda berduel dengan senjata tajam yang membahayakan nyawa.
“Masa lalu dengan sekarang berbeda, dulu zaman saya masih dapat pelajaran budi pekerti, sekarang tidak ada. Dulu peredaran narkoba mungkin masih minim, sekarang sudah luar biasa. Kalau dulu paling miras,” kata salah satu sesepuh Joxzin Nurzani Setiawan kepada Harianjogja.com, Rabu (6/4/2022).
Ia menilai klithih yang dilakukan para remaja merupakan bentuk pencarian identitas diri. Para remaja ingin menunjukkan sesuatu atau ingin tampil namun dengan cara yang salah. “Jadi mereka ini ingin kelihatan wah di depan temannya, kelihatan wah di depan kelompoknya, bahkan saingannya,” ujarnya.
Menurutnya, anggota gengnya dulu selalu berusaha menyeimbangkan antara kelakuan sebagai anggota geng dengan kegiatan positif.
“Kalau dulu sebetulnya Joxzin organisasi anak remaja tetapi mereka masih punya komitmen moral untuk bersosial, olahraga, pengajian bersama. Jadi ada keseimbangan antara dunia sebagai geng yang pasti ada musuhnya dan ukhrawi-nya. Jadi kalau mau berulah, nekat, masih punya iman. Jadi kenakalan itu sebatas wajar, tidak waton hantam kromo seperti sekarang,” ucapnya.
“Kala itu zamannya 1985-1990-an, saya akui waktu itu kalau ketemu teman-teman Qzruh, ketemu teman-teman [geng] TRB, kami berkelahi. Tetapi kebanyakan tangan kosong, di jalan. Setelah itu, ya sudah. Tidak ada rentetan ancam mengancam, tidak ada. Bahkan sekarang yang dituakan di tiga geng itu malah koyo sedulur, kalau kumpul bareng sambil cerita-cerita kenangan masa lalu,” kata pria yang bergabung di Joxzin tahun 1985.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Istilah Klithih, JCW: Penanganan & Pencegahan Harusnya Jadi Perhatian
Ia mengatakan kasus klithih yang dilakukan anak saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat Jogja. Ia menyarankan tiga langkah penting yang harus dijalankan. Pertama, peran orang tua yang serius memonitor anak. Kedua, pemerintah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran miras dan sejenisnya. Ketiga, kembalinya mata pelajaran budi pekerti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 21 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jam keberangkatannya.
PSIM Jogja membidik tiga poin saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC untuk mengakhiri lima kekalahan beruntun dan keluar dari zona degradasi.
Alex Marquez meminta jumlah sprint race MotoGP dikurangi menjadi enam atau tujuh kali per musim demi menjaga keselamatan dan karier pebalap muda.
Hiswana Migas dan Pertamina memastikan stok BBM DIY aman hingga akhir 2026, meski antrean SPBU meningkat akibat pergeseran konsumsi.
Honda Bikers Day 2026 menyapa tiga pulau, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, sebelum puncak acara di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 24 Oktober 2026.
Jadwal bola 23-24 Oktober 2026 menghadirkan Persipura, Al Nassr, Al Hilal, serta laga Eropa. Cek jam kick-off dan informasi siaran.