Kejahatan Jalanan Mengintai, Pelajar DIY Diminta Jadi Agen Damai
Pelajar SMA/SMK di DIY didorong menjadi kader pencegah kejahatan jalanan yang dinilai dapat memicu dampak sosial dan ekonomi.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan butuh survei mendalam untuk menghubungkan faktor ekonomi sebagai penyebab anak terlibat kekerasan jalanan atau dikenal luas oleh masyarakat dengan istilah klithih.
BACA JUGA: Polisi: Hampir Semua Sekolah di Jogja Punya Geng Pelajar, Sebagian Brutal
Sultan mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenakalan anak yang terlibat kekerasan jalanan. Latar belakang ekonomi tak sepenuhnya menjadi penyebab tersebut.
“Kalau miskin nyatane do nganggo sepeda motor, sepeda motore sapa? [Kalau miskin, kenyataannya pada bawa motor] pinjam atau milik sendiri. Tetapi kami mengukur orang miskin di Jogja kan susah wong nyatane ya duwe HP [pada punya ponsel],” kata Sultan di Kepatihan, Selasa (12/4/2022).
Mengaitkan ketidakharmonisan keluarga sebagai penyebab kekerasan jalanan di Jogja juga butuh survei lebih lanjut. Namun, memang ada orangtua yang tidak bersedia menerima anak setelah menjalani hukuman akibat kasus tertentu.
BACA JUGA: Ojol Mabuk Sambil Bawa Sajam di Jogja Ditangkap Polisi
“Soal ketidakharmonisan keluarga itu kemungkinan, tetapi belum pernah ada survei, memang sekarang yang kami openi [rawat] rata-rata orang tuanya tidak mau menerima lagi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar SMA/SMK di DIY didorong menjadi kader pencegah kejahatan jalanan yang dinilai dapat memicu dampak sosial dan ekonomi.
Ma'ruf Amin berharap Muktamar Ke-35 NU di Jombang berjalan kondusif, demokratis, jujur, dan melahirkan pemimpin terbaik.
Kemlu memastikan tak ada WNI terdampak banjir bandang Nepal-China. Sebanyak 160 orang tewas dan ratusan lainnya masih hilang.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Kamis (27/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Lamora Sagan Yogyakarta menghadirkan program wedding package bertajuk *“Begin Forever Together”* sebagai pilihan bagi pasangan yang ingin menggelar pernikahan.