Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
TPR Pantai Samas yang tengah diperbaiki, Minggu (17/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul mempercantik wajah tempat wisatanya guna menyambut datangnya wisatawan di libur Lebaran tahun ini.
Salah satu yang dilakukan oleh Pemkab adalah dengan merenovasi tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Samas. Saat ada ledakan kunjungan wisatawan ke Pantai Samas, diharapkan keberadaan TPR yang baru tersebut bisa memberikan kesan lebih pada para mereka.
"Perawatan kan untuk memperindah. Ketika nanti liburan mudah-mudahan sudah tampak lebih baik lagi. Jadi orang yang berkunjung di Bantul merasa lebih ada merasa tersambut atau diperhatikan pemerintah daerah," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, Minggu (17/6/2022).
BACA JUGA: Ngebut, Pelajar di Bawah Umur Tewas Tabrak Pohon di Jalan Samas
Dijelaskan Kwintarto memang ada beberapa cat, dan atap yang perlu direnovasi. "Ada beberapa yang diperbaiki, tapi itemnya apa saja, saya enggak hafal," tandasnya
Selama Lebaran sebelum pandemi, setidaknya 25%-30% wisatawan yang datang ke Bantul mengunjungi pantai di sisi sebelah barat Sungai Opak. "Kalau di [pantai wilayah] barat bisa sampai 4.000-5.000 orang," jelasnya.
Akan tetapi untuk wilayah timur, ketika terjadi ledakan wisatawan, jumlah kunjungan wisata bisa mencapai 28.000 orang.
Itulah sebabnya, dengan adanya perbaikan dan perawatan tersebut, diharapkan nantinya dapat berkesan baik bagi para wisawatan yang akan memasuki pantai wilayah barat via TPR Pantai Samas.
"Merasa saja kalau di situ sudah sampai di area wisata di kawasan selatan, penanda. Bahwa orang akan terkesan dan itu dilihat dari sisi perbaikan sarana dan prasarananya. Diharapkan menunjukan bahwa pemda serius untuk memperlakukan atau memyambut wisatawan itu dengan cara-cara yang smart dengan, cara-cara yang baik," tegasnya.
BACA JUGA: Warga Bantul Buat Kue Egg Roll dari Ubi Ungu
Potensi lonjakan wisatawan ke Bantul sejauh ini, kata Kwintarto memang belum terlihat di awal-awal Ramadan.
Berdasarkan catatan Kepala Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan, Markus Purnomo Adi selama ramadan kunjungan wisata berangsur-angsur menurun. Pada akhir pekan 8-10 April jumlah wisatawan yang masuk hanya sebanyak 4.531 orang. Angka ini turun 64,5% dari akhir pekan sebelumnya.
Secara mingguan jumlah wisatawan dari 4-10 April hanya mencapai 8083 orang. "Turun 72,8 persen dibanding weekend yang lalu," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.