Advertisement

Dikaitkan dengan HTI, Wakil Ketua DPRD DIY Layangkan Somasi 2 Akun Medsos

Sunartono
Kamis, 05 Mei 2022 - 13:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Dikaitkan dengan HTI, Wakil Ketua DPRD DIY Layangkan Somasi 2 Akun Medsos Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana melayangkan somasi kepada dua akun media sosial (medsos) karena dinilai membuat narasi yang menyudutkannya memfasilitasi sekelompok orang seolah berideologi HTI. Huda berharap kepada pihak yang menghembuskan isu tersebut segera sadar dan kembali ke jalan yang benar.

Kasus itu bermula saat adanya sekelompok massa yang datang ke DPRD DIY pada 29 April 2022 dengan membacakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah terkait pemulihan ekonomi pascapandemi dan berharap adanya penurunan harga. Tampak di video yang beredar tersebut menggunakan tulisan Aliansi Muslim Jogja Bergerak dan Istimewa Bersyariah. Tidak ada anggota DPRD DIY yang menerima audiensi dari massa tersebut, sehingga sekelompok orang ini membacakan tuntutan di depan Lobi DPRD DIY.

Sehari setelahnya datang sejumlah kelompok massa yang menamakan diri Forsa NKRI ke DPRD DIY dengan membawa spanduk penolakan terhadap ideologi khilafah. Audiensi massa diterima oleh Anggota DPRD DIY Stevanus Christian Handoko.

Setelah itu muncul video dengan narasi di media sosial instagram @Jogja.Terkini yang memuat tulisan Masyarakat Jogja Protes DPRD DIY atas masuknya kelompok HTI dan membacakan ideologi khilafah di Gedung DPRD DIY dan ternyata ada Wakil Ketua DPRD dari PKS yang memfasilitasi kelompok ini. Video tersebut setidaknya ditag ke 10 akun medsos yang dikelola sejumlah influencer di Jogja.

Baca juga: Gerak Cepat soal Hepatitis Akut, Pemerintah Terbitkan Surat Edaran

Sehari berikutnya kembali muncul video 29 detik yang diunggah akun @lentera.nkri dengan narasi Wakil Ketua DPRD DIY yang memfasilitasi pembacaan ideologi terlarang khilafah HTI di DPRD DIY dari PKS yang bernama Sdr.: Huda tri Yudiana S.T. Video tersebut menampilkan foto dari Huda Tri Yudiana.

Merasa menjadi tertuduh dengan narasi tersebut, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana pun melayangkan somasi kepada kedua akun tersebut melalui kuasa hukumnya, Kunto Wisnu Aji. Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, akun Instagram @Jogja.terkini telah menghapus unggahannya, sedangkan akun @lentera.nkri pilih menghilang dari medsos.

Huda Tri Yudiana menegaskan saat adanya massa yang membacakan sejumlah tuntutan pada 29 April tersebut, sama sekali ia tidak berada di lokasi. “Saya sendiri tidak tahu acara tersebut dan tidak ada di lokasi,” kata Huda, Kamis (5/4/2022).

Huda telah mencermati video sekelompok orang yang membacakan tuntutan di depan Lobi Gedung DPRD DIY tersebut. “Saya sudah cermati dokumentasi aksi tidak ada seperti yang dituduhkan, tidak ada khilafah, tidak ada HTI, normatif,” katanya seraya menegaskan kembali tidak tahu menahu aksi tersebut.

Huda mengaku ada rencana untuk melaporkan akun-akun tak bertanggungjawab itu ke Polda DIY agar tidak terulang lagi. Selain itu agar menjadi pembelajaran agar dalam membuat isu jika tidak berdasarkan fakta, tidak asal mengunggah sehingga menimbulkan fitnah.

Advertisement

“Negara kita hukum, wajar saja kalau kemudian kami mengajukan ke langkah hukum. Ada rencana supaya tidak terulang lagi,” katanya.

Namun harapan terbesar dari Huda agar pihak-pihak yang mengelola akun tersebut bisa sadar dengan tidak membuat isu tidak benar atau hoaks disajikan ke masyarakat. Kondisi saat ini bukan saatnya untuk saling menuduh yang berpotensi memecah belah, menurutnya semua pihak harus saling menjaga persatuan dan kesatuan. “Agar yang membuat isu tidak betul [hoaks] itu bisa sadar, sehingga membuat isu tidak benar,” ucapnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Indonesia Ternyata Produsen Sarang Burung Walet Terbesar di Dunia

News
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement