Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak dua orang dilaporkan tewas setelah cekcok dengan sekelompok orang di jalan Seturan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Minggu (8/5/2022) dini hari.
Sampai saat ini polisi masih menyelidiki kasus dan mencari pelaku.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, menjelaskan dua korban meninggal dunia yakni TIP, 29 warga asal Bangka Belitung dan DS, 22, warga asal Pematang Siantar.
"Sekitar pukul 01.00 WIB di simpang empat selokan Mataram, Seturan," ujarnya, Minggu.
Dia menuturkan kronologi sementara yang berhasil dihimpun polisi yakni ketika kedua korban bersama teman-temannya lima orang, melintas di simpang empat selokan Mataram. Di situ mereka bertemu kelompok pelaku dan terjadi cekcok yang belum diketahui penyebabnya.
Kelompok pelaku ternyata membawa senjata tajam. Lantaran tidak ada yang mengalah dalam cekcok tersebut, pelaku pun menusuk korban.
TIP meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, sementara DS meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit JIH sekitar pukul 04.50 WIB.
"Tim penyidik sudah melakukan olah TKP [tempat kejadian perkara]. Saat ini kedua jenazah masih ada di rumah sakit Bhayangkara, direncanakan akan dilakukan otopsi oleh DVI rumah sakit Bhayangkara," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Kolaborasi lintas negara tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata bersama masyarakat.
Kejagung menerbitkan sprindik baru untuk Febrie Adriansyah. Peluang pengajuan praperadilan kini menjadi sorotan dalam kasus tersebut.
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
DPRD Bantul mengawasi persiapan Pilur serentak di 30 kalurahan untuk memastikan tahapan berjalan transparan dan bebas politik uang.