Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Pengamatan visual dari kamera Babadan, menunjukkan luncuran awan panas pada Minggu (8/5/2022)./Istimewa-BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN--Awan panas Gunung Merapi mengarah ke barat daya pada Minggu (8/5/2022) siang. Pada hari yang sama di waktu dini hari dan pagi hari, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat ada sembilan guguran lava.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan awan panas teramati pada pukul 14.38 WIB. "Tercatat dengan magnitudo 40 milimeter dan durasi 165 detik," katanya.
BACA JUGA: Tawuran Antarkelompok, 2 Pria Tewas Ditusuk
Awan panas tersebut mengarah ke barat daya dengan jarak luncur sejauh 2 kilometer. Pada hari yang sama dalam periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terpantau Gunung Merapi mengekuarkan sembilan guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1,8 kilometer ke arah barat daya.
Sementara pada hari sebelumnya, Sabtu (7/5/2022) tidak teramati adanya awan panas. Pada hari itu hanya terpantau guguran lava sebanyak 10 kali ke arah barat daya, sejauh maksimal 2 kilometer. (Lugas Subarkah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.
Ingin lansia tetap sehat saat puasa Arafah? Simak 5 tips praktis mengenai hidrasi, nutrisi, dan aktivitas agar lansia tetap bugar saat Iduladha.
Tidak hanya soal kecepatan, pengguna internet kini mulai lebih memperhatikan faktor stabilitas koneksi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess