Advertisement

Umat Hindu Doakan Sleman Terus Mendapatkan Kerahayuan

Abdul Hamied Razak
Sabtu, 14 Mei 2022 - 22:37 WIB
Budi Cahyana
Umat Hindu Doakan Sleman Terus Mendapatkan Kerahayuan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menerima tumpeng dari Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sleman di sela kegiatan Angayubagya Doa Syukur Umat Hindu memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 106 di Pura Sri Gading Seyegan, Sabtu (14/5/2022). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Umat Hindu di wilayah Sleman menggelar Angayubagya Doa Syukur memperingati Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman di Pura Sri Gading Seyegan, Sabtu (14/5/2022).

Pengurus Pura Sri Gading Tugimin mengatakan rangkaian doa bersama tersebut digelar hampir setiap tahun kecuali saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Terakhir kali kegiatan yang sama digelar 2019 lalu.

Advertisement

BACA JUGA: Salut, Staf Kalurahan Ini Bertekad Ubah Paradigma Warga soal Pengelolaan Sampah

"Selama pandemi, 2020 sampai 2021 kegiatan ini vakum karena kami mengikuti imbauan pemerintah. Tahun ini juga masih kami batasi umat yang datang hanya 100 orang," katanya di sela-sela kegiatan.

Tugimin menjelaskan prosesi doa bersama umat Hindu diawali dengan pemercikan tirta penglukatan yang bertujuan agar upacara berjalan lancar, terhindar dari halangan dan rintangan serta sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Prosesi dilanjutkan dengan manggala upacara. Pinandita menyerahkan sesajen yang dibacakan mantra-mantra.

"Pembacaan doa dan mantra diiringi dengan kidung sakral yang tujuannya agar perayaan Hari Jadi Kabupaten Sleman berjalan dengan baik. Kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh masyarakat Sleman selalu berada dalam lindungan-Nya mendapatkan kemakmuran, ketentraman, kedamaian dan kerahyuan," kata Tugimin.

Seusai manggala upacara selesai, umat melakukan persembahyangan tri sandya. Setelah puja tri sandya, umat melanjutkan sembahyang pancasembah sebelum melakukan meditasi dan pemercikan tirta diiringi kidung nuwur tirta. "Di sini kami memohon pengampunan sekiranya selama prosesi berlangsung ada kekeliruan atau kesalahan. Prosesi ditutup dengan kidung paripurnam," katanya.

Selama ini, lanjut Tugimin, umat Hindu menilai pemerintah selalu hadir mengayomi kegiatan ibadah yang dijalankan umat. Bahkan, katanya, kehidupan sosial umat Hindu dengan umat agama lainnya berjalan baik tanpa ada persoalan apapun. Dia berharap, ke depan masyarakat Sleman terus mendapatkan kedamaian, kerahayuan dan dirga yuswa.

"Kami diberi kesempatan untuk ikut mendoakan [Sleman] dan difasilitasi oleh Pemkab Sleman, ini merupakan bentuk perhatian. Kami diperlakukan sama, ini sudah baik," katanya.

Advertisement

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menilai keikutsertaan umat Hindu yang turut mendoakan Hari Jadi Kabupaten Sleman menunjukkan kehidupan kerukunan agama di Sleman terjaga dengan baik. "Doa yang disampaikan tujuannya sama, bagaimana mendapatkan perlindungan dari Tuhan. Semoga dengan sembahyangan ini masyarakat sesarengan membangun Sleman," katanya.

Ketua Umum Peringatan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman, H.Y. Aji Wulantara menjelaskan rangkaian kegiatan doa bersama tersebut menjadi salah satu sub kegiatan perayaan HUT Sleman ke 106. Kegiatan tersebut digelar oleh seluruh umat dan dilaksanakan di sejumlah tempat. Sebelumnya, doa bersama digelar di masjid, gereja dan vihara.

BACA JUGA: Pergantian Bregada Jaga Pakualaman Jadi Destinasi Wisata Budaya

"Ini rangkaian terakhir doa bersama yang dilakukan umat hindu. Semangatnya bertujuan agar semua umat beragama di Sleman bersama-sama memanjatkan doa demi kebaikan Sleman. Apalagi kita masih dalam suasana menghadapi pandemi Covid-19," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement