Advertisement

Salut, Staf Kalurahan Ini Bertekad Ubah Paradigma Warga soal Pengelolaan Sampah

Lajeng Padmaratri
Sabtu, 14 Mei 2022 - 08:57 WIB
Arief Junianto
Salut, Staf Kalurahan Ini Bertekad Ubah Paradigma Warga soal Pengelolaan Sampah Sugiyanto (kiri) menyerahkan daging kurban berbungkus daun. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO--Seorang Kepala Urusan Keuangan Kalurahan atau yang biasa disebut Danarto di Kalurahan Sendangsari, Pengasih, sejak lima tahun fokus di bidang lingkungan. Sugiyanto, nama Danarto tersebut, merintis bank sampah di Kulonprogo dan mengajak warga mengelola sampah dengan benar.

Sebuah penyegaran pengurus rukun tetangga (RT) di RT 21 RW 12 Dusun Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo membawa Sugiyanto dalam tugas sosial. Dia diberi amanah oleh pengurus RT untuk memberdayakan keluarga.

Advertisement

BACA JUGA: Siaga Hepatitis Akut, RSUD Wates Bakal Jadi Rujukan

Hal yang kali pertama terpikir olehnya untuk menjalankan tugas itu ialah membuat pertemuan dengan ibu-ibu setempat. Rupanya, ada usulan dari dasawisma untuk membuat sistem pengelolaan sampah.

Dari situ, dia mengawali pendirian Bank Sampah Dhuawar Sejahtera yang menjadi cikal bakal bank sampah di Kulonprogo.
Sugiyanto menuturkan masyarakat desa memiliki budaya pengelolaan sampah yang masih tradisional dan belum sesuai dengan kelestarian alam. Misalnya, sampah rumah tangga yang terdiri dari sampah organik dan anorganik itu dikubur di kebun atau dibakar.

"Di desa itu kan lahan kosong masih banyak, biasanya warga membuat jogangan [lubang di tanah] untuk membuang sampah. Tapi belum dikelola dengan baik. Maka dengan adanya usulan warga untuk membuat pengelolaan sampah, kami mulai dengan bank sampah," ujar Sugiyanto ketika ditemui Harianjogja.com, Selasa (9/5/2022).


Lewat bank sampah, ia mengedukasi pengelolaan sampah dengan memilah sampah organik dan anorganik. Sampah bisa dipilah mana yang laku dijual, biasanya sampah anorganik yang berupa plastik, kertas, hingga logam.

Sampah itu kemudian disetor ke bank sampah untuk kemudian dikumpulkan pengepul. Nasabah akan mendapatkan hasilnya dalam bentuk tabungan selama periode tertentu.

"Biasanya kami bagikan setahun sekali. Ada yang buat tabungan hari raya, tabungan pajak bumi dan bangunan, hingga tabungan emas seperti minigold itu," terangnya.

Advertisement

BACA JUGA: 7 Orang Meninggal Dunia dalam 36 Kecelakaan di Kulonprogo

Selama lima tahun terakhir, Bank Sampah Dhuawar Sejahtera telah memiliki nasabah dari berbagai kecamatan di Kulonprogo. Hal itu membuat Sugiyanto ingin menjadikan setiap dusun di Kulonprogo memiliki bank sampah.

"Kami road show ke 12 kecamatan di Kulonprogo, memberikan motivasi tentang pendirian bank sampah. Harapannya setiap pedukuhan ada satu bank sampah," ujar Wakil Ketua Jaringan Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Kulonprogo ini.

Berkat keuletannya, warga Kalurahan Sendangsari kini sudah memiliki 15 bank sampah. Sementara di luar Sendangsari sudah ada sembilan bank sampah.

"Memang tidak mudah selama sosialisasi itu. Dulu, sampah langsung dibakar, lalu anggapannya sudah selesai, sampah sudah hilang, padahal itu tidak boleh. Jadi memang butuh waktu dan proses untuk mengedukasi masyarakat desa," kata dia.

Losida
Setelah fokus edukasi pemilahan sampah anorganik untuk bisa disetor ke bank sampah, baru-baru ini Sugiyanto mulai menyosialisasi soal pengelolaan sampah organik. Sampah sisa dapur itu bisa dikelola untuk kompos dengan Losida (Lodong Sisa Dapur).

"Jadi sampah organik dimasukkan ke tabung semacam paralon, kemudian bisa jadi kompos dan pakan magot," kata dia.

Meski belum masif, tetapi praktik pengelolaan sampah organik itu sudah dimulainya sendiri dan beberapa pihak. Setiap sosialisasi mengenai bank sampah, ia juga berupaya mengenalkan pengelolaan sampah organik. Harapannya jika sudah terdata, maka bisa mulai dipantau perkembangan pengelolaan sampah organik di masyarakat desa.

Berkat kiprahnya, Sugiyanto pernah diganjar penghargaan Juara III Kalpataru DIY Kategori Pembina Lingkungan pada 2019. Baru-baru ini, dia juga memenangi lomba Juara II Kategori Best Practice Penggiat Profil Kelas Generasi KBA (Kampung Berseri Astra).

"Setelah juara, langkah selanjutnya nanti tetap meneruskan program satu dusun satu bank sampah. Karena di Kulonprogo walaupun secara grafik itu meningkat jumlah bank sampahnya. tapi kan belum seluruh pedukuhan itu ada bank sampah," ujarnya.

BACA JUGA: 7 Orang Meninggal Dunia dalam 36 Kecelakaan di Kulonprogo

Sebagai sukarelawan pegiat lingkungan, Sugiyanto merasa senang bisa membantu program pemerintah terkait pelestarian lingkungan. Sebagai seorang muslim, ia juga meyakini bahwa seseorang bisa menuai manfaat jika saling berbuat kebaikan.

"Saya sudah bergerak lima tahun, sudah terasa perubahan masyarakatnya. Di Sendangsari itu setiap pedukuhan sudah ada bank sampah, ada kelompok tani, kelompok wanita tani, hingga pokdakan. Harapannya bisa menjadi kampung iklim semua, tinggal mengintegrasikan," kata dia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kapan Kantor Pemerintah Pindah ke IKN? Ini Kata Luhut

News
| Senin, 23 Mei 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Senin, 23 Mei 2022, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement