Advertisement

Ketimbang Minta Sumbangan Warga, Para Pemuda Karang Taruna Ini Pilih Sedekah Sampah

Arief Junianto
Kamis, 12 Mei 2022 - 19:47 WIB
Arief Junianto
Ketimbang Minta Sumbangan Warga, Para Pemuda Karang Taruna Ini Pilih Sedekah Sampah Aktivitas pemuda Karang Taruna Dusun Mangir Lor, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Pemuda hendaknya mengambil peran penting dalam penyelesaian masalah-masalah sosial, salah satunya sampah. Peran itulah yang kini coba diambil oleh para pemuda Karang Taruna Dusun Mangir Lor, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan.

Sampah yang dihasilkan dari rumah tangga dikelola oleh mereka Kegiatan ini menjadi program andalan yang dilaksanakan secara kontinu.

Advertisement

Para pemuda tersebut memiliki program tahunan yang telah dilaksanakan sejak 10 tahun silam, yaitu pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Berawal dari keinginan pemuda untuk berpartisipasi dalam pengabdian di masyarakat Mangir, mereka melihat peluang bahwa sampah daur ulang di kawasan tersebut belum dikelola dengan baik.

Masyarakat sering kali membakar sampah-sampah tersebut atau menjual kepada tukang pengepul sampah secara mandiri. Para pemuda kemudian memberanikan diri untuk meminta izin kepada masyarakat terkait dengan kerja sama pengelolaan sampah daur ulang.

Adapun hasilnya dikumpulkan dan dikelola sehingga dapat menjadi kas pemuda, yang ditindaklanjuti dengan alokasi untuk program sosial bagi masyarakat.

Mereka memiliki pemikiran bahwa ketimbang meminta sumbangan berwujud uang kepada masyarakat pada setiap kali kegiatan, maka sedekah sampah dari warga justru menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap kegiatan kepemudaan. 

Sedekah sampah, istilah yang mereka gunakan dalam proses pengelolaan sampah ini pun mendapat tanggapan positif dari masyarakat.

Pada awalnya masyarakat belum terbiasa memilah sampah rumah tangga, tetapi dengan program rutin pemuda yang dilakukan, saat ini masyarakat sudah terbiasa memilah sampah.

Advertisement

“Seringkali kalau kami belum mengambil sampah, ada warga yang bertanya, kapan sampah ini akan diambil?” ungkap Afid, ketua karang taruna setempat. 

Dikutip dari rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (12/5/2022), kegiatan pengelolaan sampah diawali dari para pemuda karang taruna yang pagi-pagi sudah berjalan berkeliling dari rumah warga satu ke rumah warga lainnya.

Lantaran di Dusun Mangir Lor sendiri ada empat RT, jadi pengambilannya dibagi menjadi empat  jalur. Biasanya menggunakan alat kendaraan yang bernama Kletek yang mereka pinjam dari warga.

Kendaraan ini biasanya digunakan untuk keperluan di sawah,
Setelah terkumpul dalam suatu ruangan kecil, sampah lalu dipilah berdasarkan jenisnya.

Sampah yang sering dijumpai di antaranya adalah sampah bekas minuman, kertas, alat rumah tangga yang sudah rusak, kardus, dan lain-lain. Tak jarang juga terkadang menemukan barang yang masih bagus untuk digunakan.

Sampah yang telah dipilah selanjutnya akan diambil oleh para pengepul langganan pemuda karang taruna.Hasil dari penjualan setiap sekali periode pengambilan dapat mencapai Rp400.000 sampai Rp700.000.

Uang ini lantas digunakan untuk menambah kas pemuda dan berbagai kegiatan sosial, seperti santunan serta berbagi berkah. Selain dijual, beberapa sampah juga dimanfaatkan melalui ecobrick.

Aksi mereka tidak berhenti sampai di situ. Dalam waktu dekat mereka akan mengerjakan program pengelolaan sampah rumah tangga khususnya sampah dapur agar selesai dari rumah-rumah warga melalui penyediaan tempat pemilahan di setiap rumah dan inovasi pemanfaatan sampah menjadi paving block.

Hal ini diharapkan dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mewujudkan Bantul Bersih Sampah.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement