Advertisement
Zaman Terus Berkembang, Koperasi Wajib Adaptif dan Profesional

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah perkembangan zaman, pengelola koperasi perlu menyesuaikan diri. Profesionalisme menjadi hal wajib agar kesejahteraan semakin dekat tercapai.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DisperinkopUKM) Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan koperasi syariah kini kian populer di kalangan masyarakat.
Advertisement
Selain lantaran masyarakat Indonesia mayoritas muslim, perekonomian syariah juga semakin berkembang di ranah global. Usaha yang basisnya syariah bisa gunakan koperasi syariah juga, nantinya bisa mengembangkan usahanya.
"Sertifikasi ini juga untuk memahamkan, koperasi syariah bukan hanya sebatas label. Ada beberapa koperasi berlabel syariah, tapi dalam pengelolaannya belum syariah," kata Karyadi dalam Pembukaan Diklat Sertifikasi dan Uji Kompetensi Perkoperasian Skema Pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau Unit Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (USPPS) Koperasi (DAK) tahun 2022 di Hotel Royal Darmo Malioboro, Gedongtengen, Jogja, Selasa (17/5/2022).
BACA JUGA: BPD DIY dan UAD Perluas Kerja Sama, Layanan Digital Jadi Fokus
Kepala Bidang Koperasi Disperinkop-UKM Kota Jogja, Bebasari Sitarini mengatakan saat ini semua sektor pengelolaan dituntut profesional, termasuk koperasi.
"Pengelola atau pengurus koperasi itu harus menjalankan organisasi sesuai aturan dan regulasi. Harapannya agar nantinya tidak ada permasalahan hukum," kata Sitarina.
Pada sertifikasi kali ini, ada 25 perwakilan koperasi di Kota Jogja. Sejauh ini, sudah ada total 150 koperasi yang menjalani sertifikasi. Adapun total koperasi di Kota Jogja sebanyak 364 unit. Masa berlaku sertifikasi tiga tahun. Nantinya bisa diperpanjang lagi.
"Dari total koperasi di Kota Jogja, 75 persen adalah koperasi karyawan. Sementara sisanya koperasi kewilayahan atau berbasis masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

49 Kepala DaerahBelum Jalani Retret, Kemendagri Siapkan Retret Gelombang Kedua
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mau ke Malioboro? Parkir di Gor Amongraga, Ada Shuttle Bus Siap Mengantar
- Hari Kedua Lebaran, Angka Kunjungan Wisatawan di Gunungkidul Naik Signifikan
- Lonjakan Wisatawan ke DIY Diprediksi Meningkat di Lebaran, Data Resmi Akan Dirilis 8 April
- Dinpar Bantul Minta Pelaku Wisata Tidak Gunakan Aji Mumpung
- Arus Balik Lebaran di Terminal Giwangan Diprediksi Memuncak Akhir Pekan Ini
Advertisement
Advertisement