Proyek Gedung DPRD DIY Capai 81%, Sultan Soroti Keamanan
Progres pembangunan Gedung DPRD DIY mencapai 81,7 persen. Sultan HB X meminta desain lebih aman, ergonomis, dan ramah bagi masyarakat.
Ilustrasi siswa sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo memberikan kelonggaran bagi sekolah untuk menambah jam belajar siswa dari enam jam pelajaran menjadi maksimal delapan jam pelajaran.
Kepala SMAN 1 Sentolo, Didik Asmiarto mengatakan meski ada pelonggaran, sekolahnya belum ada rencana untuk menambah jam belajar siswa. Sekolahnya masih menunggu aturan resmi dari Disdikpora DIY.
"Kami belum berencana menambah jam pelajaran. Masih tetap enam jam pelajaran per hari," ujarnya kepada Harianjogja.com, Rabu (1/6/2022).
BACA JUGA: Kulonprogo Targetkan 2024 Angka Stunting di Bawah Satu Digit
Meski jam belajar belum akan ditambah, sekolah tetap berupaya mengejar ketertinggalan materi pelajaran siswa saat masih sekolah daring dengan pembelajaran e-learning.
Menurutnya, saat sekolah masih daring, guru menyampaikan materi-materi yang sifatnya esensial. Menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) khusus pandemi Covid-19. "Di samping pembelajaran tatap muka terbatas [PTMT], pembelajaran e-learning sekolah masih kami lakukan," kata dia.
Sebelum pandemi, imbuh Didik, satu jam pelajaran di SMAN 1 Sentolo berdurasi 45 menit, sedangkan saat ini berkurang menjadi hanya 30 menit.
Selain itu, jumlah jam belajar siswa sebelum pandemi juga jauh lebih banyak yakni 9-10 jam pelajaran. "[Saat ini] lebih singkat. 30 menit. Sebelum pandemi 45 menit," ujarnya.
BACA JUGA: 5 Kali Mencuri, Maling Gabah di Kulonprogo Mengaku untuk Makan
Sebaliknya, Kepala SD Conegaran, Sugiyah justru mengakui sekolahnya sudah berencana menambah jam belajar siswa. Pasalnya, enam jam pelajaran menurutnya terlalu singkat untuk mengejar materi pembelajaran pada siswa.
"Ya ada [rencana penambahan jam belajar]. Karena kalau cuma enam jam terlalu singkat," kata dia.
Sekolah menyambut baik kelonggaran untuk menambah jam belajar siswa. Rencana menambah jam belajar menurutnya baru akan dimulai pada tahun ajaran baru. "Alhamdulillah kalau dari dinas menambah jam tatap muka. Tapi nanti di tahun ajaran baru mulainya," ujarnya.
Kepala Dinas Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan sekolah bisa menambah jam belajar maksimal menjadi delapan jam. Disdikpora Kulonprogo sudah memberikan kebebasan.
"Bisa saja, kami sudah bebaskan sekolah, sebenarnya enam jam pelajaran minimal, jadi kalau bisa dimaksimalkan delapan jam, silakan saja," ujarnya.
Tidak hanya jam belajar yang dibebaskan, durasinya pun diserahkan ke masing-masing sekolah. Misalnya dari mulanya 30 menit ditambah menjadi 40 menit.
"Kalau mau dimaksimalkan 40 menit silahkan saja, tergantung kesiapan mereka masing-masing," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres pembangunan Gedung DPRD DIY mencapai 81,7 persen. Sultan HB X meminta desain lebih aman, ergonomis, dan ramah bagi masyarakat.
Program biodiesel B50 diproyeksikan menghemat devisa Rp170 triliun pada 2026, menciptakan 2,1 juta lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Konflik AS dan Iran meluas ke Suriah dan Bahrain. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 11% dalam sepekan di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Radar GCI pertama Indonesia di Banjarbaru mampu mendeteksi objek hingga 515 kilometer dan memperkuat pengawasan ruang udara nasional secara real time.
Ekspor daun cincau kering Jawa Tengah mencapai 403 ton hingga Juni 2026 dan dipasarkan ke Thailand, Malaysia, Tiongkok, serta Kamboja.
Giri Sembung di Kulonprogo akan diperkenalkan sebagai spot paralayang baru di Pulau Jawa melalui Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026.