Malioboro Jadi Full Pedestrian, GIPI DIY Minta Solusi Jelas
Malioboro ditargetkan full pedestrian November 2026. GIPI DIY meminta Pemda menyiapkan solusi bagi pelaku industri pariwisata.
Ilustrasi siswa sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo memberikan kelonggaran bagi sekolah untuk menambah jam belajar siswa dari enam jam pelajaran menjadi maksimal delapan jam pelajaran.
Kepala SMAN 1 Sentolo, Didik Asmiarto mengatakan meski ada pelonggaran, sekolahnya belum ada rencana untuk menambah jam belajar siswa. Sekolahnya masih menunggu aturan resmi dari Disdikpora DIY.
"Kami belum berencana menambah jam pelajaran. Masih tetap enam jam pelajaran per hari," ujarnya kepada Harianjogja.com, Rabu (1/6/2022).
BACA JUGA: Kulonprogo Targetkan 2024 Angka Stunting di Bawah Satu Digit
Meski jam belajar belum akan ditambah, sekolah tetap berupaya mengejar ketertinggalan materi pelajaran siswa saat masih sekolah daring dengan pembelajaran e-learning.
Menurutnya, saat sekolah masih daring, guru menyampaikan materi-materi yang sifatnya esensial. Menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) khusus pandemi Covid-19. "Di samping pembelajaran tatap muka terbatas [PTMT], pembelajaran e-learning sekolah masih kami lakukan," kata dia.
Sebelum pandemi, imbuh Didik, satu jam pelajaran di SMAN 1 Sentolo berdurasi 45 menit, sedangkan saat ini berkurang menjadi hanya 30 menit.
Selain itu, jumlah jam belajar siswa sebelum pandemi juga jauh lebih banyak yakni 9-10 jam pelajaran. "[Saat ini] lebih singkat. 30 menit. Sebelum pandemi 45 menit," ujarnya.
BACA JUGA: 5 Kali Mencuri, Maling Gabah di Kulonprogo Mengaku untuk Makan
Sebaliknya, Kepala SD Conegaran, Sugiyah justru mengakui sekolahnya sudah berencana menambah jam belajar siswa. Pasalnya, enam jam pelajaran menurutnya terlalu singkat untuk mengejar materi pembelajaran pada siswa.
"Ya ada [rencana penambahan jam belajar]. Karena kalau cuma enam jam terlalu singkat," kata dia.
Sekolah menyambut baik kelonggaran untuk menambah jam belajar siswa. Rencana menambah jam belajar menurutnya baru akan dimulai pada tahun ajaran baru. "Alhamdulillah kalau dari dinas menambah jam tatap muka. Tapi nanti di tahun ajaran baru mulainya," ujarnya.
Kepala Dinas Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan sekolah bisa menambah jam belajar maksimal menjadi delapan jam. Disdikpora Kulonprogo sudah memberikan kebebasan.
"Bisa saja, kami sudah bebaskan sekolah, sebenarnya enam jam pelajaran minimal, jadi kalau bisa dimaksimalkan delapan jam, silakan saja," ujarnya.
Tidak hanya jam belajar yang dibebaskan, durasinya pun diserahkan ke masing-masing sekolah. Misalnya dari mulanya 30 menit ditambah menjadi 40 menit.
"Kalau mau dimaksimalkan 40 menit silahkan saja, tergantung kesiapan mereka masing-masing," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Malioboro ditargetkan full pedestrian November 2026. GIPI DIY meminta Pemda menyiapkan solusi bagi pelaku industri pariwisata.
Menaker Yassierli menyoroti pengangguran muda 17,4 persen di tengah 48 persen perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja kompeten.
Indonesia masuk negara dengan serangan siber ponsel tertinggi di Asia-Pasifik. Kaspersky mengungkap ancaman berbasis AI meningkat dan makin sulit dideteksi.
BYD dikabarkan menyiapkan mobil listrik baru di bawah Atto 1 dengan harga sekitar Rp200 jutaan. Model ini berpotensi menjadi salah satu EV termurah di pasar glo
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Sebanyak 19 lembaga di Tanggulangin terdampak dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Kalitengah. Penyebabnya masih diselidiki.