Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Ketua DPRD Kota Jogja menyebut pemantauan terhadap kasus dugaan korupsi di Jogja oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK) telah berjalan sebulan. Pada Kamis (2/6/2022) sore KPK akhirnya menangkap mantan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.
Ketua DPRD Kota Jogja, Danang Rudiyatmoko memastikan, sebelum melakukan penangkapan, KPK telah lebih dulu memantau pergerakan dan perkembangan kasus di wilayah Pemkot Jogja kurang lebih satu bulan.
Hanya saja, Danang tidak membeberkan kasus apa yang menjerat penangkapan terhadap sejumlah pejabat dan eks Wali Kota Jogja tersebut.
BACA JUGA: BREAKING: Ruangan Wali Kota Jogja Disegel KPK
"Kasusnya kita tidak mengerti tapi yang pasti ada pantauan sekitar satu bulan yang lalu,"jelasnya saat dikonfirmasi wartawan.
Menurut Danang, KPK sempat melakukan pemantauan khusus di beberapa dinas dan organisasi perangkat daerah (OPD) selama sebulan belakangan.
BACA JUGA: Rusunawa Karangrejek Belum Terisi Penuh, DPUPRKP batal Bangun Rumah Susun Baru
"Memang sempat menyuvervisi di beberapa dinas KPK-nya," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Bekas Walikota Jogja, Haryadi Suyuti dilaporkan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi pada Kamis (2/6/2022) sore. Ia dikabarkan ditangkap bersama sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Jogja.
Seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, ia menyaksikan Haryadi Suyuti dijemput dengan kendaraan Brigade Mobile (Brimob) sekitar pukul 15 30 Wib di rumah dinas Walikota Jogja. Haryadi dipindahkan dari mobil Avanza dan kemudian dioper ke kendaraan Brimob.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.