ISI Jogja Buka Jalur Mandiri 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah, Selasa (3/7/2018).Harian Jogja-Uli febriarni
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja berupaya menambah kuota zonasi wilayah di sisi selatan guna pemerataan peserta didik dan mengoptimalkan sebaran murid agar lebih berimbang di seluruh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Jogja. Hal ini dilakukan lantaran jumlah sekolah yang masih timpang antara sisi selatan dan utara untuk jenjang SMPN di Kota Jogja.
Diketahui pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 ini, jenjang SMPN di wilayah itu terbagi dalam beberapa jalur yakni zonasi mutu 44 persen, zonasi wilayah 15 persen, bibit unggul 10 persen dan prestasi luar kota 10 persen. Selain itu juga ada jalur afirmasi masyarakat ekonomi tidak mampu pemilik Kartu Menuju Sejahtera (KMS) dengan kuota 11 persen, afirmasi disabilitas 5 persen dan mutasi orangtua 5 persen.
“Untuk zonasi wilayah 15 persen itu total se-Kota Jogja. Kita berupaya yang wilayah Jogja selatan kami tambah kursinya. Kuotanya diperbanyak di selatan dan di utara lebih kecil. Mudah-mudah dengan metode seperti ini jarak paling jauh yang diterima antara utara dan selatan tidak terlalu jauh," kata Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Asrori, Rabu (15/6/2022).
Menurut Budi, penambahan kuota di Jogja bagian selatan itu untuk merespons permasalahan akses PPDB zonasi wilayah. Pasalnya sebaran jumlah SMPN di Jogja selatan hanya ada sebanyak lima sekolah sementara Jogja utara ada sekitar 11 SMPN. Namun begitu pihaknya menegaskan bahwa calon murid tetap bisa mendaftar di sekolah sisi utara lewat zonasi mutu.
"Secara prinsip antara selatan dan utara tidak ada bedanya karena calon peserta didik juga bisa mendaftar sekolah di Jogja bagian utara dengan jalur zonasi mutu," jelasnya.
Penilik Madya Disdikpora Kota Jogja, Rochmat menyebut, pihaknya telah berupaya menambah kuota murid di wilayah selatan seperti SMPN 9 atau SMPN 10. Di sisi lain, pengertian kuota 15 untuk zonasi wilayah juga tidak diterapkan secara otomatis 15 persen di setiap sekolah, namun dibagi merata untuk seluruh SMPN di Kota Jogja.
"Harapannya ke depan jarak terjauh SMPN 9 itu ya sama dengan jarak terjauhnya SMPN 5 dan SMPN 10, harapan kita bisa seperti itu. Jadi merata, kalau tetap seperti yang dulu kan tidak mungkin, Mergangsan dan Umbulharjo ga mungkin masuk ke wilayah," ucapnya.
Menurut Rochmat, kebijakan untuk menambah SMPN baru di wilayah selatan tentunya belum memungkinkan jika dilakukan pada saat ini. Selain membutuhkan perencanaan yang matang, pembangunan SMPN baru juga membutuhkan waktu yang cukup lama. "Makanya 15 persen itu (kuota zonasi wilayah) kita hitung misalnya dari total kuota penerimaan sebanyak tiga ribu lebih kan dapatnya 540, kemudian akan kita ecer ke SMPN lain. Misalnya SMPN 5, 32 itu tidak lagi segitu mungkin hanya 20," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.
Wakil Menlu Rusia menuding Pentagon memanfaatkan Starlink untuk campur tangan urusan dalam negeri negara lain melalui internet satelit.
Berikut daftar 10 PTS terbaik berakreditasi Unggul di Jogja yang masih membuka jalur mandiri usai hasil UTBK SNBT 2026.
PT JJC mencatat lonjakan kendaraan keluar Jakarta melalui Tol MBZ mencapai 125,73 persen pada H-1 Iduladha 2026.