Kasus Jukir Tewas di Monjali Masih Misterius, Polisi Sisir CCTV
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Sepatu Olahraga / Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO--Penambahan Kelas Khusus Olahraga (KKO) dinilai perlu memperhatikan aspek pengajar. Tidak hanya guru olahraga umum, keberadaan KKO dianggap perlu dukungan pengajar ahli yang sesuai kompetensi cabang olah raga (cabor).
Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori menerangkan penambahan KKO memang baik untuk menjaring anak-anak berbakat di kawasan Samigaluh. Menurut Muhtarom bila tidak dibarengi pembukaan kelas KKO, potensi yang ada tidak dapat ditempa dan dimaksimalkan
"Komisi IV mendorong agar ada sekolah ditambah di luar yang sudah ada. Karena potensi di daerah utara, khususnya di daerah Samogaluh, khususnya lagi olahraga bola voli itu memang sangat luar biasa," ujarnya pada Kamis (16/6/2022).
BACA JUGA: PPDB 2022: Di Luar Dugaan, Animo Pendaftar Kelas Olahraga di Bantul Membeludak
Meski akhirnya ditambah, Muhtarom menyoroti ketersediaan pengajar olahraga sesuai di kelas KKO. Dengan adanya KKO, harusnya diimbangi dengan pengajar yang keilmuan atau kompetensinya sesuai potensi anak.
"Memang perlu ada orang luar yang dia betul-betul menggeluti di dunia khususnya adalah voli ini. Karena konsentrasi yang ada di Samigaluh itu adalah bola voli," tandasnya.
Muhtarom menambahkan, apapun statusnya, kontrak, honorer maupun skema lainnya, pengajar khusus sesuai cabor dibutuhkan di kelas KKO.
"Walaupun dulu dia [guru olahraga umum] dibekali berbagai ilmu dari olahraga, tapi secara spesifik tidak akan mampu. Sehingga memang harus dihadirkan [pengajar spesifik] tenaga kontrak, tenaga honorer atau apa yang itu bisa mengampu kelas olahaga tersebut," tegasnya.
Ketika masing-masing KKO sudah memiliki keunggulan cabor tertentu, Muhtarom juga menyebutkan perlunya kerja sama organisasi cabor di tingkat daerah Muhtarom tidak ingin setelah dididik olahraga sejak SMP lantas menjadi atlet, tetapi cabor yang ada tidak ikut melakukan pembinaan.
"Harus ditampung. Sehingga jangan sampai nanti terus mereka selesai keluar Kulonprogo. Kulonprogo akan kehilangan, harus ada kerja sama dengan cabor-cabor yang ada di Kulonprogo," tandasnya.
Lantaran sifatnya yang masih baru, kelas KKO di Samigaluh masih membutuhkan swadaya masyarakat. Pasalnya pembiayaan KKO di sana belum dicakup oleh pemerintah.
"Karena ini masih baru dan belum masuk anggaran ya tolonglah ada swadaya masyarakat bisa mengampu ini, bisa berjalan terlebuh dahulu, baru nanti pada tahun berikutnya pemerintah akan ikut hadir membiayai," tuturnya
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo menerangkan saat ini ada empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang membuka Kelas Khusus Olahraga (KKO). Keempat sekolah tersebut meliputi SMP 1 Panjatan, SMP 2 Galur, SMP 1 Nanggulan dan SMP 3 Samigaluh yang membuka KKO pertamanya tahun ini.
Wilayah Samigaluh menurut Arif memiliki potensi atlet disana salah satunya voli. Harapannya keberadaan KKO dapat membantu KONI dalam regenerasi atlet.
"Bibit calon atlet itu kan ada di sekolah, kalau mau dilakukan pembinaan sejak awal. Karena hampir semua anak itu ya di sekolah. Kita mulai dari anak-anak di sekolah SMP memalui KKO," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.
Lloyd's Market Association menyatakan kapal yang membayar tol Selat Hormuz kepada Iran berisiko kehilangan perlindungan asuransi.
Dana Brata membangun Bengkel Bebek Restorasi dari garasi kecil di Sleman. Usahanya membiayai kuliah hingga lulus sarjana dan membuka lapangan kerja.
Banyumas dan Kota Ipoh Malaysia menjajaki kerja sama pengelolaan sampah melalui pertukaran teknologi dan konsep zero waste to money.