PSS Sleman Kalah dari Borneo FC, Huistra Soroti Dampak Kartu Merah
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo. Pieter Huistra memahami kekecewaan suporter dan menilai kartu merah mengubah jalannya laga.
Sepatu Olahraga / Ist
Harianjogja.com, BANTUL--Dibuka sejak sepekan lalu, posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul mulai ramai didatangi sejumlah wali peserta didik.
PPDB telah dimulai sejak pekan lalu, pada jenjang TK/PAUD. Pendaftaran jenjang SMP baru dibuka untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO) dan itu juga mulai buka sejak pekan lalu. Pendaftaran di kedua jenjang tersebut disebutkan Isdarmoko berjalan lancar.
BACA JUGA: Tahapan Sudah Dimulai, Bawaslu Buka Pendaftaran Pemantau Pemilu
Bahkan, untuk kelas KKO, animo pendaftarnya membeludak. Padahal KKO di Bantul sudah di tambah di satu sekolah.
"Alhamdulillah ini semua sekolah, lima sekolah dibuka jalur KKO ini membeludak pendaftarnya semuanya. Artinya melebihi kuota, dua kali lebih bahkan," Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko, Sabtu (11/6/2022).
Gambaran banyaknya pendaftar pada KKO di lima sekolah yang ada, menurut Isdarmoko menunjukkan bahwa animo anak-anak untuk menempuh jalur pendidikan olahraga ini sangat tinggi. "Kami memang tanda petik punya komitmen dalam kaitannya dengan mengembangkan prestasi di bidang olahraga," tandasnya.
Ketua Komisi D DPRD Bantul, Suratman menuturkan bila keberadaan posko PPDB baik bagi masyarakat untuk memperdalam informasi terkait PPDB maupun menyampaikan aduan. Dari pandangan Suratman, terkadang masih ada orang tua yang belum mengetahui tata aturan PPDB yang berlaku, seperti perihal umur, zonasi dan persoalan lainnya.
Dalam gelaran PPDB tahun 2022, Suratman mengimbau agar pelaksanaan PPDB dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku. Ia juga mengapresiasi penambahan kuota penerimaan siswa berprestasi dari sebelumnya 25% menjadi 30% pada PPDB tahun ini. "Ini mudah-mudahan, dengan demikian bagaimana untuk memberikan sesuatu hal yang terbaik kepada anak-anak prestasi," ujarnya.
"Jangan sampai anak-anak yang berprestasi ini malah nanti keluar dari Kabupatan Bantul karena kurang perhatiannya. Misalnya salah satunya atlet, mereka punya skill yang baik ternyata malah dipakai Magelang, dipakai mana. Ini adalah salah satu bagian untuk memperhatikan para anak berpotensi yang ada di Kabupaten Bantul," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo. Pieter Huistra memahami kekecewaan suporter dan menilai kartu merah mengubah jalannya laga.
Harga BBM 1 November 2026 belum berubah. Pertamax Rp15.950, Dexlite Rp23.700, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BGN menegaskan insentif fiskal Rp1 triliun bukan hadiah khusus MBG. Program tersebut menjadi indikator tambahan penilaian daerah pada 2027.
Manchester City kalah 0-1 dari Brighton di Etihad. Arsenal berpeluang merebut puncak klasemen Liga Inggris 2026/2027.
UU No. 9/1998 menjamin kebebasan demonstrasi sekaligus mengatur kewajiban peserta aksi dan tanggung jawab kepolisian.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang di mayoritas wilayah Indonesia pada Minggu, 1 November 2026. Jogja diprediksi berawan tebal.