Advertisement
Kembangkan Kapasitas Penghayat Kepercayaan, BPNB DIY Berharap Regenerasi Terwujud

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas penghayat kepercayaan. Tujuannya mendorong organisasi penghayat agar mengikuti perkembangan zaman, khususnya kemajuan teknologi dan ekonomi. Regenerasi penghayat kepercayaan juga diharapkan dapat terus berlangsung agar nilai-nilai kearifan lokal terus terjaga.
Pelatihan yang diadakan di Surabaya, Jawa Timur ini diikuti perwakilan 21 organisasi penghayat kepercayaan. Kepala BPNB DIY Dwi Ratna menyebut pelatihan berlangsung selama dua hari. “Kami beri materi kewirausahaan seperti marketing, membangun branding produk, hingga bagaimana menjaga regenerasi penghayat,” jelasnya Senin (20/6/2022).
Advertisement
Sesi materi pelatihan peningkatan kapasitas penghayat kepercayaan oleh Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Dwi Supranto, Senin (20/6/2022)./Istimewa
BPNB DIY mengadakan pelatihan di Surabaya untuk memfasilitasi organisasi penghayat di Jawa Timur. “Daerah paling banyak penghayat kepercayaan itu di Jawa Timur,” katanya.
Total ada 41 organisasi penghayat dengan anggota 8.958.840 orang.
Wilayah kerja BPNB DIY meliputi di DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Kami ingin organisasi penghayat mampu mengakses berbagai program pemerintah dengan mulai membuka diri dengan begitu organisasi penghayat mampu maju,” kata Ratna.
Ratna menilai pemerintah telah memberikan berbagai bentuk dukungan terhadap penghayat kepercayaan. “Dari segi kebijakan, pemerintah terus mendorong pemenuhan hak sipil penghayat kepercayaan,” jelasnya. Ratna mencontohkan kebijakan pemasukan kolom khusus bagi penghayat kepercayaan hingga pemenuhan layanan pendidikan formal yang sudah memberikan pelajaran dan guru khusus bagi anak penghayat kepercayaan.
Dukungan pemerintah tersebut, lanjut Ratna, diberikan agar regenerasi penghayat kepercayaan terwujud. “Misalnya di Jawa Timur ini beberapa organisasi penghayat mulai hilang karena tokohnya sudah meninggal dunia dan tidak ada regenerasi,” katanya.
Jika regenerasi penghayat menurun, jelas Ratna, yang akan mengalami kerugian bukan saja organisasi penghayat itu sendiri tapi juga masyarakat luas. “Karena mereka punya nilai-nilai kearifan lokal yang sudah ratusan tahun mereka jaga, nilai-nilai itu jadi kekayaan kebudayaan Indonesia,” tuturnya.
Sambutan Kepala BPNB DIY Dwi Ratna saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas penghayat kepercayaan di Surabaya, Senin (20/6/2022)./Istimewa
Nilai-nilai kearifan lokal, yang dimaksud Ratna misalnya cara bertani, cara mengelola hasil pertaniaan, pengobatan tradisional, hingga etika-etika bermasyarakat. “Jadi nilai-nilai itu harus kami lestarikan terus sebagai bentuk pemajuan kebudayaan,” ujarnya.
BPNB DIY, kata Ratna, terus melakukan pembinaan agar regenerasi penghayat kepercayaan terwujud. “Kami juga ikut membina kelompok perempuan penghayat, yaitu Puanhayati, dan kelompok muda penghayat yaitu Gemapakti, agar mereka terus eksis dan dapat menularkan nilai-nilai dan praktik baik kearifan lokal yang mereka miliki,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Korban Gempa di Myanmar Terperangkap Enam Hari, Diselamatkan Tim SAR Malaysia
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sempat Jadi Pintu Masuk, Exit Tol Tamanmartani Dialihkan Jadi Pintu Keluar Kembali
- Ribuan Orang Padati Pantai Parangtritis, Mayoritas Rombongan Keluarga
- Dishub Kota Jogja Pasang APILL Portable, Ini Lokasinya
- Setelah Lebaran, Mobilitas Warga DIY untuk Silaturahmi
- Mau ke Malioboro? Parkir di Gor Amongraga, Ada Shuttle Bus Siap Mengantar
Advertisement
Advertisement