Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Material Rendah Karbon untuk Konstruksi
Dampak perubahan iklim yang semakin terasa, mulai dari peningkatan suhu hingga perubahan pola cuaca, menjadi tantangan dalam pembangunan gedung
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mencanangkan padat karya di Perdukuhan Pelem Kidul tepatnya di RT 05, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Selasa (21/6/2022)
BANTUL-Bupati dan Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Joko Budi Purnomo sama-sama meninjau proyek padat karya yang dimulai secara serentak di 116 titik di Bantul pada Selasa (21/6/2022).
Halim meninjau pembangunan jalan cor blok di Perdukuhan Pelem Kidul tepatnya di RT 05, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan. Sementara Joko B. Purnomo meninjau di Perdukuhan Mancingan RT07, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek.
Program padat karya di 116 titik ini merupakan program yang bersumber dari APBD DIY melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul. Sementara program yang sama dari APBD Bantul di 99 titik akan dilaksanakan serentak pada 27 Juni mendatang. Total anggaran dalam program padat karya tahun ini sekitar Rp30 miliar.
Halim mengatakan program padat karya merupakan salah satu pilihan yang baik dalam proses pembangunan. Ia mengibaratkan program ini seperti pisau bermata ganda. “Pembangunan infrastruktur tercapai, penanggulangan pengangguran juga tercapai. Karena yang bekerja adalah warga sendiri dan akan mendapat upah sesuai ketentuan,” kata Halim.
Baca juga: Proyek Padat Karya Dilaksanakan Serentak
Selain infrastrukturnya terbangun, kata Halim, padat karya ini dapat menanggulangi masalah pengangguran jangka pendek. Jika program ini dapat terus berlangsung tiap tahunnya, maka akan semakin banyak warga yang terbantu dalam segi finansial. “Padat karya ini dari rakyat oleh rakyat, dibuat sendiri oleh rakyat, dinikmati sendiri oleh rakyat, dan tidak diborongkan atau pihak ketiga,” ujarnya.
Maka ia berharap timbul rasa handarbeni (rasa memiliki) dari masyarakat, karena biasanya kalau dikerjakan sendiri akan lebih bisa dirawat dari pada orang lain yang membangun, dan seharusnya hasil pembangunan lebih bagus karena digarap sendiri.
Lebih lanjut Halim mengatakan, dalam pengerjaan fisik ini tidak memerlukan teknologi tinggi, sehingga tenaga dari warga masyarakat yang lebih banyak dibutuhkan. Menurutnya tenaga dari warga sendiri sudah dapat mengerjakan bangket jalan, talut, saluran drainase, dan cor blok jalan. Karena dikerjakan masyarakat sendiri maka mekanismenya lebih singkat.
Senada, Wakil Bupati Joko B. Purnomo mengatakan program padat karya yang dipilih memiliki sejumlah manfaat diantaranya, pihak pertama yang mementukan kebutuhan pembangunan adalah masyarakat sendiri karena diusulkan oleh masyarakat sendiri. Kedua, program padat karya dilaksanakan sendiri oleh masyarakat sehingga ketika dikerjakan masyarakat sendiri maka hasil dan kualitas bangunannya akan lebih baik karena akan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Manfaat ketiga program padat karya adalah ongkos tukang dan tenaganya sehingga bisa menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja khusus dari program padat karya. “Manfaat yang keempat adalah sesuai dengan visi Kabupaten Bantul yakni membangun Bantul yang harmonis, sejahtera berkeadilan sehingga ada kekompakan, sinergi pada masyarakat. Membangun sesuai dengan keinginan masyarakat,” kata Joko, saat meninjau padat karya di Perdukuhan Mancingan RT07, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek.
Ketua RT 05, Perdukuhan Pelemkidul, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Sukarban mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program yang dapat meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperbaiki infrastruktur jalan di tempatnya. Ia mengatakan melalui program ini masyarakat sekitar akan melakukan cor blok jalan sepanjang 400 meter. “Diharapkan dengan diperbaikinya jalan tersebut, lalu lintas warga akan semakin lancar dan roda perekonomian dapat terangkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dampak perubahan iklim yang semakin terasa, mulai dari peningkatan suhu hingga perubahan pola cuaca, menjadi tantangan dalam pembangunan gedung
KPK menelusuri alur perintah dan aliran uang dalam dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A serta SIM C.
Prabowo menyebut dampak ekonomi KDKMP mulai terasa pada 2027 melalui pemangkasan rantai distribusi dari petani hingga konsumen.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Kamis 17 September 2026 lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C
KPK mendalami dugaan mahasiswa titipan dalam penerimaan maba Unsoed dengan memeriksa tiga wakil rektor dan empat saksi.