Belanja Bantul Naik Rp50 Miliar, Defisit APBD Jadi Rp154 Miliar
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.
Ilustrasi cabai/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja mendapati cabai kering impor dari India yang tidak tercatat alur masuknya di Pasar Beringharjo. Cabai kering itu mestinya harus melewati tahap pemeriksaan sampel melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dipastikan keamanannya terlebih dahulu.
Kepala Disdag Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan cabai kering itu berasal dari Jawa Tengah. Meskipun cabai itu legal, dia meminta kepada pedagang untuk menahan terlebih dahulu komoditas itu.
BACA JUGA: Melerai Perkelahian, Lurah Timbulharjo Bantul Dipukuli Hingga Berdarah & Dioperasi
“Kami sudah koordinasi Dengan Dinas Pertanian dan Pangan Jogja, akan kami bawa sampelnya ke BPOM guna melihat keamanan pangannya seperti apa. Kami imbau pedagang supaya tidak menjualnya terlebih dulu sampai memenuhi syarat keamanan pangan,” kata dia, Jumat (24/6/2022).
Ambar mengatakan seluruh produk pangan yang diimpor mestinya melalui tahap pemeriksaan sampel oleh BPOM. Cabai kering itu pun belum tercatat alur masuknya oleh dinas terkait. “Kalau itu dari DIY pasti terpantau dan tercatat sama teman-teman di provinsi, sedangkan ini tidak,” kata dia.
Menurut Ambar, pedagang mengatakan cabai kering impor tersebut tidak diperuntukkan bagi konsumen rumah tangga. Selama ini, komoditas itu hanya dijual kepada rumah makan Padang lantaran harganya yang lebih murah dibandingkan dengan cabai biasa.
“Itu lebih murah harganya, cabai merah kering dijual Rp80.000 per kilogram. Kalau cabai basah bisa sekitar empat kilogram,” ungkapnya.
BACA JUGA: Jalan Menuju TPST Piyungan Memprihatinkan, Rusak karena Dilalui Truk Sampah hingga Tambang Batu
Dari bentuk dan warna, cabai merah kering impor dari India nyaris tidak berbeda dari produk lokal.
“Berdasar hasil penelusuran kami, cuma ada di Pasar Beringharjo. Kami juga belum tahu pasti berapa jumlahnya,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.
DPT Pilur Gunungkidul ditetapkan 120.887 pemilih. Coblosan serentak di 31 kalurahan digelar 26 September 2026.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.
Kasus pneumonia di Pontianak meningkat 10-20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.