Mi Lethek Srandakan Tembus 50 Toko, Omzet Capai Rp20 Juta
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Ilustrasi cabai/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja mendapati cabai kering impor dari India yang tidak tercatat alur masuknya di Pasar Beringharjo. Cabai kering itu mestinya harus melewati tahap pemeriksaan sampel melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dipastikan keamanannya terlebih dahulu.
Kepala Disdag Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan cabai kering itu berasal dari Jawa Tengah. Meskipun cabai itu legal, dia meminta kepada pedagang untuk menahan terlebih dahulu komoditas itu.
BACA JUGA: Melerai Perkelahian, Lurah Timbulharjo Bantul Dipukuli Hingga Berdarah & Dioperasi
“Kami sudah koordinasi Dengan Dinas Pertanian dan Pangan Jogja, akan kami bawa sampelnya ke BPOM guna melihat keamanan pangannya seperti apa. Kami imbau pedagang supaya tidak menjualnya terlebih dulu sampai memenuhi syarat keamanan pangan,” kata dia, Jumat (24/6/2022).
Ambar mengatakan seluruh produk pangan yang diimpor mestinya melalui tahap pemeriksaan sampel oleh BPOM. Cabai kering itu pun belum tercatat alur masuknya oleh dinas terkait. “Kalau itu dari DIY pasti terpantau dan tercatat sama teman-teman di provinsi, sedangkan ini tidak,” kata dia.
Menurut Ambar, pedagang mengatakan cabai kering impor tersebut tidak diperuntukkan bagi konsumen rumah tangga. Selama ini, komoditas itu hanya dijual kepada rumah makan Padang lantaran harganya yang lebih murah dibandingkan dengan cabai biasa.
“Itu lebih murah harganya, cabai merah kering dijual Rp80.000 per kilogram. Kalau cabai basah bisa sekitar empat kilogram,” ungkapnya.
BACA JUGA: Jalan Menuju TPST Piyungan Memprihatinkan, Rusak karena Dilalui Truk Sampah hingga Tambang Batu
Dari bentuk dan warna, cabai merah kering impor dari India nyaris tidak berbeda dari produk lokal.
“Berdasar hasil penelusuran kami, cuma ada di Pasar Beringharjo. Kami juga belum tahu pasti berapa jumlahnya,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.