Advertisement

Terpapar PMK, 3 Hewan Kurban di Gunungkidul Tetap Disembelih, Ini Alasannya

David Kurniawan
Senin, 11 Juli 2022 - 17:57 WIB
Arief Junianto
Terpapar PMK, 3 Hewan Kurban di Gunungkidul Tetap Disembelih, Ini Alasannya Ilustrasi pemotongan hewan kurban. - Harian Jogja/Anisatul Umah

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul menemukan tiga ekor hewan kurban yang terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain itu, ada juga 11 hewan yang mengidap penyakit cacing hati.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari memastikan proses penyembelihan hewan kurban di Bumi Handayani berjalan lancar. Untuk pengawasan menerjunkan 131 petugas, yang merupakan gabungan pegawai pemkab sebanyak 103 orang dan 28 mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) UGM.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Tidak ada masalah karena penyembelihan berjalan dengan lancar,” kata Wibawanti, Senin (11/7/2022).

BACA JUGA: Luar Biasa! Gunungkidul Terima Bantuan 1.700 Kambing dari Komunitas Muslim di Singapura

Meski demikian, dia mengakui didalam pengawasan ini ada sejumlah temuan. Berdasarkan data yang ada terdapat 10 ekor sapi dan satu ekor kambing yang terjangkit cacing hati. Selain itu, juga ada tiga ekor hewan kurban yang terindikasi PMK dengan gejala ringan karena ada luka di bagian mulut.

“Tetap disembelih karena luka termasuk kategori ringan,” kata Wibawanti, Senin (11/7/2022).

Menurut dia, daging dari tiga hewan yang terindikasi PMK tetap dapat dikonsumsi. Namun demikian, sambung Wibawanti, untuk bagian kaki mulut dan jeroan disarankan dirembus selama tiga puluh menit sebelum di bagikan ke masyarakat.

“Virus PMK akan mati di suhu 60 derajat. Jadi, sebelum dibagikan direbus dahulu biar aman dan virusnya tidak menyebar,” katanya.

BACA JUGA: Gatal Setelah Menyentuh Ubur-Ubur, Jangan Panik! Petugas SAR Bagikan Tipsnya

Hal sama juga berlaku untuk temuan penyakit cacing hati. Belasan ekor ternak yang ditemukan penyakit ini tetap bisa dikonsumsi.

“Dagingnya aman karena penyakit ini hanya bagian hati yang rusak. Jadi meski ada temuan penyakit, masih bisa dikonsumsi,” katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, hingga sekarang masih mendata jumlah pasti untuk kurban. Data sementara ada kambing sebanyak 3.342 ekor, 1.508 ekor sapi dan 28 ekor domba.

“Yang tercatat sudah ada 4.878 ekor hewan disembelih untuk kurban. Ini masih bisa bertambah karena pendataan masih berlangsung,” katanya.

Menurut dia, lokasi pemotongan terbanyak total ada 612 lokasi yang tersebar di Gunungkidul. Kapanewon Semanu memiliki lokasi terbanyak untuk pemotongan karena tersebar dengan 137 titik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Motor Ditemukan di Pasar, Gadis Asal Boyolali Akhirnya Pulang ke Rumah

News
| Selasa, 31 Januari 2023, 13:57 WIB

Advertisement

alt

Cacing-cacing di Terowongan Terbengkalai Ini Memancarkan Cahaya Biru di Malam Hari

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement