Suami Lawan Istri Warnai Pemilihan Lurah di Gunungkidul, Ini Alasannya
Pilur Gunungkidul dimulai. Dua lurah kembali menghadapi istri sebagai calon karena tidak ada bakal calon lain yang mendaftar.
Ilustrasi pemotongan hewan kurban./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul menemukan tiga ekor hewan kurban yang terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain itu, ada juga 11 hewan yang mengidap penyakit cacing hati.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari memastikan proses penyembelihan hewan kurban di Bumi Handayani berjalan lancar. Untuk pengawasan menerjunkan 131 petugas, yang merupakan gabungan pegawai pemkab sebanyak 103 orang dan 28 mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) UGM.
“Tidak ada masalah karena penyembelihan berjalan dengan lancar,” kata Wibawanti, Senin (11/7/2022).
BACA JUGA: Luar Biasa! Gunungkidul Terima Bantuan 1.700 Kambing dari Komunitas Muslim di Singapura
Meski demikian, dia mengakui didalam pengawasan ini ada sejumlah temuan. Berdasarkan data yang ada terdapat 10 ekor sapi dan satu ekor kambing yang terjangkit cacing hati. Selain itu, juga ada tiga ekor hewan kurban yang terindikasi PMK dengan gejala ringan karena ada luka di bagian mulut.
“Tetap disembelih karena luka termasuk kategori ringan,” kata Wibawanti, Senin (11/7/2022).
Menurut dia, daging dari tiga hewan yang terindikasi PMK tetap dapat dikonsumsi. Namun demikian, sambung Wibawanti, untuk bagian kaki mulut dan jeroan disarankan dirembus selama tiga puluh menit sebelum di bagikan ke masyarakat.
“Virus PMK akan mati di suhu 60 derajat. Jadi, sebelum dibagikan direbus dahulu biar aman dan virusnya tidak menyebar,” katanya.
BACA JUGA: Gatal Setelah Menyentuh Ubur-Ubur, Jangan Panik! Petugas SAR Bagikan Tipsnya
Hal sama juga berlaku untuk temuan penyakit cacing hati. Belasan ekor ternak yang ditemukan penyakit ini tetap bisa dikonsumsi.
“Dagingnya aman karena penyakit ini hanya bagian hati yang rusak. Jadi meski ada temuan penyakit, masih bisa dikonsumsi,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, hingga sekarang masih mendata jumlah pasti untuk kurban. Data sementara ada kambing sebanyak 3.342 ekor, 1.508 ekor sapi dan 28 ekor domba.
“Yang tercatat sudah ada 4.878 ekor hewan disembelih untuk kurban. Ini masih bisa bertambah karena pendataan masih berlangsung,” katanya.
Menurut dia, lokasi pemotongan terbanyak total ada 612 lokasi yang tersebar di Gunungkidul. Kapanewon Semanu memiliki lokasi terbanyak untuk pemotongan karena tersebar dengan 137 titik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul dimulai. Dua lurah kembali menghadapi istri sebagai calon karena tidak ada bakal calon lain yang mendaftar.
BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di 529 ZOM akibat El Nino sangat kuat yang bertahan hingga awal 2027.
Kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla tembus 151.000. Kemenkes mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi.
BDx mulai membangun data center AI 640 MW di Jatiluhur. Gedung pertama berkapasitas 120 MW ditargetkan beroperasi awal 2027.
Harga emas Antam hari ini turun Rp1.000 menjadi Rp2.627.000 per gram. Simak harga emas Antam 0,5 gram hingga 1.000 gram.
RUU Reforma Agraria disahkan DPR hari ini. Regulasi ini mengatur pembentukan LPRA yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.