Anggota DPRD Gunungkidul Masuk Desil 5 DTSEN, Ini Penjelasannya
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri saat berkomunikasi dengan tersangka investasi uang kripto di aula Mapolres Gunungkidul, Rabu (20/7/2022)-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus penipuan investasi berkedok uang kripto. Total ada 87 warga yang tertipu dengan kerugian sekitar Rp8 miliar.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, kasus investasi berkedok uang kripto sudah dilaporkan sejak akhir 2021 lalu. Total ada sembilan pelapor yang merasa tertipu dengan bisnis ini.
“Kalau ditotal ada 87 orang di Gunungkidul yang menjadi korban. Tapi, yang melapor hanya sembilan orang,” katanya, Rabu (20/7/2022).
Menurut dia, untuk kerugian bervariasi mulai dari terkecil Rp20 juta hingga Rp200 juta. Warga tertarik dengan janji keuntungan sebesar 5% dari modal yang disetorkan dalam rentang waktu satu minggu.
BACA JUGA: Seksi 3 Tol Jogja-Solo, Tim Masih Tunggu IPL dari Pemda DIY
Selain itu, juga ada janji bahwa uang yang disetor akan balik modal dalam kurung waktu sekitar enam bulan. “Ternyata hanya janji. Uang yang dijanjikan tidak pernah kembali. Total di Gunungkidul nilainya mencapai Rp8 miliar,” kata Edi.
Dijelaskannya, pengungkapan bermula dari penangkapan VS,60, warga Tanggerang, Banten oleh Polda Kalimantan Tengah pada Februari lalu. Selain VS selaku pemilik perusahaan uang kripto ini, hasil pengembangan mengarah kepada AS, oknum guru PNS di lingkup Pemkab Gunungkidul. “Langsung kami selidiki hingga akhirnya menangkap tersangka pada 30 Juni lalu. Sekarang masih dalam proses penyidikan,” ungkapnya.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Negoro mengatakan, praktik investasi bodong ini mirip dengan bisnis multi level marketing. Pasalnya, keuntungan hanya diperoleh member yang ikut di awal-awal.
“Jadi uang yang masuk diberikan untuk peserta yang awal. Lama kelamaan tidak kuat lagi sehingga tidak ada uang yang diberikan,” kata Mahardian.
Menurut dia, kasus ini harus menjadi pelajaran sehingga tidak menjadi korban berkedok investasi. “Jangan mudah percaya dengan iming-iming keuntungan yang besar,” katanya.
Selain tersangka, polisi juga mengamankan uluhan barang bukti, mulai dari dokumen kontrak menjadi anggota investasi hingga buku tabungan. Akibat perbuatannya ini, VS dikenakan Pasal 106 Undang-Undang No.7/2014 tentang Perdagangan yang telah ditambah dan diubah sesuai UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja. Selain itu juga dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Sedangkan AP dikenakan Pasal 45 ayat 1 UU No.19/2016 yang diubah dalam UU No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia juga dikenakan Pasal 378 KUHP seperti VS.
“Ancaman bagi VS maksimal 4 tahun penjara atau denda maksimal Rp 10 miliar, sedangkan AP terancam penjara maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar,” katanya.
Tersangka AP mengaku tidak tahu menahu kalau bisnis investasi yang dijalankan bermasalah. Ia mengaku juga menjadi korban dengan kerugian mencapai Rp800 juta. “Saya kenal dari saudara. Sedangkan uang yang saya gunakan investasi berasal dari tabungan, komisi mencari anggota hingga tabungan ikut raib karena semua ikut dimasukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
GSMA mencatat 68% korban penipuan digital mengalami kerugian finansial. AI membuat modus scam makin sulit dikenali konsumen.
op Ten News Harianjogja.com Kamis 10 September 2026 merangkum isu hangat Jogja, ekonomi, cuaca, lingkungan, hingga olahraga.
Persoalan pendidikan di Kabupaten Bantul masih cukup banyak, mulai dari kondisi fasilitas sekolah, kesejahteraan guru, hingga proses belajar mengajar
Bagayoko yakin PSS Sleman tampil lebih baik saat menghadapi Madura United pada pekan kedua BRI Super League di Stadion Maguwoharjo.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.